Dosa dan Hukumannya


wisdom sanjeev

Orang mengatakan bahwa “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:17) Betul sekali! Tetapi, perlu dibedakan arti “kedatangan” yang pertama kali, “kedatangan” yang kedua kali, dan “kedatangan” pada Hari Penghakiman adalah tiga hal yang berbeda. Kdatangan Kristus Yesus yang pertama kali itu telah dinubuatkan di dalam Alkitab. Silsilah Yesus adalah bukti pertama yang diberikan oleh Kitab-Kitab Yunani Kristen (P.B.) untuk mendukung kedudukannya sebagai Mesias baik melalui garis keturunan paternal melalui ayahnya Yusuf (Matius 1:1-16) maupun dari garis keturunan maternal melalui ibu kandungnya Maria (Lukas 3:23-38). Bahkan dalam Kitab-Kitab Ibrani (P.L.) juga telah menubuatkan bahwa Mesias datang dari garis keturunan keluarga Raja Daud. Dari sudut hukum dan dari keturunan jasmani. (silahkan baca Mazmur 132:11,12; Yesaya 11:1,2). Dan bahkan pernyataan Kristus Yesus sendiri bahwa ia adalah putra Daud. (Wahyu 22:16)

Dan hampir 600 tahun sebelum Mesias dilahirkan telah dinubuat Continue reading

Memelihara Pikiran


“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

close-up of a young woman with her head in her handsSadarkah anda bahwa keberhasilan kita akan sangat tergantung dari cara pandang atau pikiran kita? Ada keterkaitan kuat antara seberapa besar daya tahan, semangat, daya juang, mental kita dengan apa yang ada di pikiran kita. Seringkali pikiran-pikiran negatif menghambat kita untuk mengalami peningkatan dalam hidup. Bisa saja kita tetap percaya Tuhan, tetapi isi pikiran kita hanya dipenuhi hal-hal yang negatif, atau tidak jarang pula orang mengukur dirinya terlalu rendah di dalam pikirannya. “Ah, saya ini siapa, mana mungkin saya sanggup melakukan itu?” Ada banyak orang yang membatasi dirinya untuk maju karena merasa tidak sanggup. Akibatnya mereka pun membuang peluang yang sebenarnya sudah ada di depan mata. Tuhan selalu merencanakan yang terbaik bagi kita. Tuhan selalu membuka peluang atau jalan agar kita bisa menapak maju, terus naik dan bukan turun. Tetapi seringkali apa yang ada di dalam pikiran kitalah yang akan membawa pengaruh, apakah kita menangkap peluang-peluang itu atau malah terus menyia-nyiakannya, terus membiarkan semua itu berlalu dari hadapan kita dengan sia-sia. Ironisnya, mereka kemudian malah menyalahkan Tuhan pula. Hati, itu adalah sesuatu yang sangat penting untuk kita perhatikan, karena firman Tuhan dalam Amsal menyebutkan bahwa hati merupakan sumber kehidupan yang harus kita jaga. (Amsal 4:23). Itu sungguh benar. Namun disamping itu, pikiran kita pun harus bisa kita kendalikan. Jangan sampai pikiran-pikiran kita berjalan liar tanpa terkendali karena itu bisa sangat berbahaya. Disamping itu jika pikiran-pikiran kita hanya berisi hal-hal negatif, maka kita pun akan terus berjalan di tempat, atau bahkan mundur, karena pikiran kita terus membatasi kita untuk maju.

Selain menyinggung soal hati, Alkitab pun banyak berbicara soal pikiran. Sebuah ayat dalam Amsal berkata: “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” (Amsal 23:7) Dalam versi KJV ayat ini bisa kita baca lebih jelas: “For as he thinketh in his heart, so is he.” Seperti apa yang kita pikirkan, seperti itulah kita jadinya. Sebuah pepatah Latin pun pernah menyebutkan hal ini, yang kira-kira bunyinya: kenyataan yang kita alami akan sangat tergantung dari gambaran yang jelas yang terdapat dalam pikiran kita. Ayub berkata “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25). Seperti itulah pikiran bisa menguasai kita. Pikiran akan sangat menentukan apa yang akan kita raih di masa depan.

Ketika pikiran kita hanya berisi hal-hal negatif seperti kekhawatiran, ketakutan, kebencian, kemarahan, kepedihan, keluh kesah, kegagalan, trauma-trauma masa lalu, ketidakpercayaan diri dan sebagainya, hidup kita pun tidak akan pernah terasa indah. Tetapi sebaliknya, kita bisa merasakan keindahan hidup tanpa tergantung oleh keadaan kita apabila kita mengisi hal-hal yang positif dalam pikiran kita seperti kesabaran, optimisme, kesuksesan, percaya bahwa Tuhan tidak akan berpangku tangan dan akan menghargai segala yang kita lakukan atas namaNya dan sebagainya, maka hidup kita pun akan terasa jauh lebih indah. Memandang dari sisi positif, melihat hal-hal yang baik dari hal buruk, itu mungkin tidak semudah membalik telapak tangan untuk dilakukan, tetapi itu akan membuat kita leluasa untuk berusaha dengan giat. Pikiran bisa menjadi jendela hidup kita, yang akan sangat menentukan seterang apa hidup dalam pandangan kita, apakah cerah atau malah suram.

Maka ayat bacaan hari ini akan sangat berguna untuk kita perhatikan. Paulus mengingatkan jemaat di Filipi sebagai berikut:  “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8). Ini adalah sebuah anjuran yang sangat penting, karena mengingatkan kita untuk mendasari pikiran kita dengan segala hal-hal yang positif. Perhatikanlah ketika Paulus menuliskan hal ini, dia sendiri sebenarnya sedang dalam keadaan yang jauh dari baik. Paulus tengah dipenjara pada saat itu. Ia punya segudang alasan untuk mengeluh, merasa kecewa atau bahkan menyalahkan Tuhan, setidaknya ia punya alasan untuk tidak melayani buat sementara waktu. Dan mungkin kita akan maklum jika ia melakukan itu, karena kita pun mungkin akan berbuat seperti itu pada saat kita berada dalam keadaan sulit. Namun Paulus tidak mau membiarkan pikirannya dikuasai oleh hal-hal negatif. Dia menolak untuk terjebak. Meski situasi sedang buruk, Paulus tetap memancarkan ungkapan-ungkapan sukacita dan terus mengingatkan jemaat-jemaat lewat surat-suratnya agar tidak pernah menyerah dan kehilangan harapan. Paulus terus menggugah hati orang lain untuk tetap berpikir positif, meski situasi yang dihadapi semuanya berlawanan dengan itu sekalipun.

Marilah kita terus mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang positif dan tidak membiarkan berbagai hal negatif datang silih berganti atau malah tinggal diam di dalam pikiran kita. Isilah terus dengan damai sejahtera yang datang dari Allah, karena itulah yang akan mampu memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus.“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7) Segala pikiran negatif akan semakin menjauhkan kita dari Allah, menghilangkan damai dan sukacita dalam hidup kita dan akan membuat kita berjalan di tempat atau bahkan mengalami kemunduran. Pikiran memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu mari kita awasi pikiran kita agar kita tidak terus membuang-buang berkat yang telah disediakan Tuhan bagi kita.

Apa yang kita pikirkan akan sangat menentukan masa depan kita

Luar biasa Kuasa Doa Orang Kristen


doaMengapa kita orang Kristen perlu berdoa?. Karena dalam kita berdoa ada kuasa yang terjadi, masalah kita bisa diselesaikan, sakit kita bisa disembuhkan, jalan yang tertutup bisa dibuka, dll banyak manfaat dari kita berdoa.
Berikut ini pengertian dari kuasa doa orang Kristen

Kuasa Doa Orang Kristen ke  1. Tuhan Allah yang Mahakuasa dapat melakukan apa saja, tidak ada yang mustahil bagi Dia (Lukas 1:37) . Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Kuasa Doa Orang Kristen ke  2. Tuhan Allah yang Mahakuasa mengundang umat-Nya untukberdoa kepada-Nya. Doa kepada Allah harus dilakukan secara terus menerus (Lukas 18:1), dengan rasa syukur (Filipu 4:6), dalam iman (Yakobus 1:5), dalam kehendak Allah (Matius 6:10), bagi kemuliaan Allah (Yohanes 14:13-14), dan dari hati yang benar dengan Allah (Yakobus 5:16).

Kuasa Doa Orang Kristen ke  3. Tuhan Allah yang Mahakuasa mendengar doa-doa anak-anak-Nya. Dia memerintahkan kita untuk berdoa, dan Dia berjanji untuk mendengarkan ketika kita berdoa. “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya” (Mazmur 18:7).

Kuasa Doa Orang Kristen ke  4.  Tuhan Allah yang Mahakuasa menjawab doa. “Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku” (Mazmur 17:6). “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya” (Mazmur 34:18).

Ide populer lainnya adalah bahwa kadar iman kita menentukan apakah Allah akan menjawab doa-doa kita atau tidak. Namun kadang Allah menjawab doa kita sekalipun kita tidak beriman. Dalam Kisah 12, gereja berdoa agar Petrus dibebaskan dari penjara (ayat 5), dan Allah menjawab doa mereka (ayat 7-11). Petrus datang ke tempat di mana kebaktian doa diadakan dan mengetuk pintu, namun orang-orang yang berdoa menolak untuk percaya bahwa itu benar-benar adalah Petrus. Mereka berdoa agar dia dibebaskan, namun tidak mengharapkan jawaban doa mereka.

Kuasa doa tidak mengalir dari kita; tidak ada kata-kata khusus yang kita ucapkan atau cara khusus mengucapkannya atau bahkan berapa sering kita mengatakannya. Kuasa doa bukan berdasarkan ke mana kita menghadap ketika berdoa atau posisi tertentu dari badan kita. Kuasa doa bukan datang dari artefak atau ikon atau lilin atau rosario. Kuasa doa datang dari Dia yang Mahakuasa yang mendengar doa kita dan menjawabnya. Doa menghubungkan kita dengan Allah yang Mahakuasa, dan kita harus mengharapkan hasil yang luar biasa, baik Dia mengabulkan permohonan kita atau tidak. Apapun jawaban atas doa, Allah yang kepadaNya kita berdoa adalah sumber dari kuasa doa, dan Dia bisa serta akan menjawab kita, seturut kehendak dan waktu-Nya yang sempurna.

Setets Air Mata Di Hadapan Tuhan


Semua orang pernah menangis, itu benar… Saya pun juga pernah menangis. Setiap tetes air mata tentunya mempunyai ceritanya masinSEMANGg-masing. Anak kecil menangis saat ia terjatuh dari sepeda, ada juga yang menangis karena memiliki nilai yang jelek di sekolahnya. Lain halnya dengan orang tua yang menangis ketika melihat anaknya lulus dengan nilai yang memuaskan. Beda pula dengan air mata kita. Mungkin saat ini kita telah menitikkan air mata kekecewaan, kesesakan, kesusahan, kekurangan, kekalahan, kegagalan, dan hal pahit yang lainnya. Ada air mata suka dan ada air mata duka.

Mungkin saat berdoa kita tidak mampu berkata-kata, hanya air mata yang mengalir. Begitu banyak masalah yang sangat sulit untuk diungkapkan melalui kata-kata dan kita pun sudah tidak mempunyai daya untuk menceritakannya kembali. Ketahuilah bahwa Tuhan mengerti bahasa setiap tetes air mata kita.
“Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” Mazmur 56:8

Saat menangis bukan semata-mata bahwa kita manusia yang lemah, tapi menangis adalah salah satu cara untuk kita bisa jujur di hadapan Tuhan. Tuhan mengerti setiap keluh kesah yang ada di dalam hati kita. Tuhan mengerti segala pergumulan kita.

“Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.”Mazmur 139:2.

Percayalah.. Setiap tetes air mata para sahabat sangat berharga di mata Tuhan.

We love JESUS and you, God bless you all………

Pengertian Masa Remaja


17629_376062115824330_169171090_nMasa remaja merupakan masa pertumbuhan/perkembangan. Perkembangan yang dimaksud bukan arti seakan-akan dalam masa remaja seseorang baru mulai berkembang di dalam kehidupannya. Perkembangan yang dimaksud adalah perkembangan fisik, umur, moral ke arah yang lebih baik lagi dari semula (ada perubahan). Masa remaja sering disebut sebagai masa yang penuh gejolak dan masalah. Muatan pelajaran dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang terlalu banyak menuntut waktu dan perhatian mereka serta orang tua sering kali menambah beban anak-anak remaja dalam pergaulan hidup sehari-hari. Tuntutan yang terlalu banyak sering kali membuat seseorang ingin meninggalkan kebiasaan itu dan ingin “berpetualang”. Dalam “petualangannya” seorang anak remaja dapat menjadi seorang yang kehilangan identitas atau lupa diri. Dalam keadaan perkembangan zaman yang sangat pesat dan seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, setiap orang harus tetap memiliki pola hidup yang kokoh dan mengikuti perkembangan itu tanpa kehilangan identitas. Seorang remaja Kristen tetap hidup sebagai seorang Kristen.

1. Pengertian Masa Remaja (Masa Adolesen)

Sebagai seseorang remaja yang sedang masuk dalam tahap dewasa, remaja mengalami perkembangan atau pertumbuhan-pertumbuhan untuk memungkinkan menjadi seorang dewasa. Akan tetapi perlu kita ketahui pengertian masa remaja. Masa remaja (adoselen) dapat dipandang sebagai suatu msa di mana individu dalam proses pertumbuhannya (terutama) telah mencapai kematangan. Periode ini menunjukkan suatu masa kehidupan, di mana kita sulit untuk memandang remaja itu sebagai kanak-kanak, tetapi tidak juga orang dewasa.

Menurut Witherington (Psikolog), masa adolense dapat dibagi dalam dua fase, yaitu :

~ Fase remaja awal (pra-adolensence), yang berkisar antara usia 10 – 15 tahun : masa ini ditandai dengan perubahan fisik, misalnya tumbuh kumis pada anak laki-laki atau menstruasi pada anak perempuan.

~ Fase remaja akhir (late-adolensence), yang berkisar antara usia 15 – 18 tahun. Pada peridoe ini remaja mengadakan penyesuaian sosial menuju kepada kematangan dan penemuan diri.

2. Pokok Pembahasan

Dalam Alkitab dinyatakan dengan jelas : “Anak-anak pada masa mudanya seperti anak-anak panah di tangan pahlawan” (Mzm 127:4). Dalam pencarian serta penemuan diri, seorang remaja tidak terlepas dari situasi masyarakat sekitarnya. Setiap orang lahir dan dibesarkan dalam suatu komunitas, dan tidak terlepas dari komunitas tersebut. Baik buruknya sikap atau pola perilaku seseorang tidak terlepas dari baik buruknya komunitas masyarakat tempat tinggalnya. Dengan kata lain, masyarakat remaja mencapai atau tidak mencapai “sasaran” hidup yang tepat. Pada era modern saat ini yang ditandai dengan kemajuan teknologi, sering kali anak-anak remaja alam “petualangan”nya, menjadi seseorang yang kehilangan identitas. Kemampuan yang lemah dan kekurangsiapan dalam mengikuti dan memanfaatkan perkembangan zaman mengakibatkan seseorang remaja menjadi “korban teknologi”. Misalnya : teknologi informatika komputer yang diwarnai dengan meluasnya sarana “internet” dapat berakibat fatal apabila disalahgunakan dengan pengaksesan situs porno yang dapat merusak moral remaja dan menuntunnya ke arah yang lebih amoral dengan menggemari free-sex (seks bebas).

Akan tetapi faktor kemiskinan keluarga dan ketidakharmoniasan orang tua dapat dijadikan sebagai salah satu penyebab boborknya moral remaja, misalnya mengedar dan konsumsi narkoba sebagai alat ‘penyegar” pikiran dan pelarian, serta sebagai sararana agar diterima dalam peer group (teman sebaya). Pola hidup remaja seperti demikian adalah pola hidup yang bertentangan dengan ajaran Tuhan (Alkitab). Secara nyata Alkitab memang mencatat agar setiap anak menikmati masa mudanya, akan tetapi bukan berarti mengabaikan perintah Tuhan. Sebab jika masa muda dilalui tanpa korelasi yang baik dengan Tuhan maka itu adalah sia-sia (bnd Pkh 11:9-10). Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah : “Bagaimana sebaiknya sikap seorang remaja Kristen dalam menyikapi perkembangan zaman di tengah-tengah pergaulan hidup?”

Menyikapi pola kehidupan remaja Kristen sekarang ini, alangkah baiknya bila back to the Bible (kembali kepada Alkitab). Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat di Korintus bahwa tubuh itu merupakan bait Roh Kudus, tempat berdiamnya Roh Allah yang telah lunas dibayar harganya. Sebagai bait Allah yang adalah gambaran rupa Allah (imago Dei), setiap manusia (khususnya remaja) harus memiliki dan menyatakan sifat Allah itu, yakni : hidup dalam persekutuan yang kudus dengan Dia, hidup dalam Kasih, hidup kudus, pembawa damai, dan sebagainya.

Fakta Mengejutkan Masjid Al Aqsa


Kitab Wahyu

Pasal 11 “Membangun kembali bait suci” 

Bait AllahInjil mengatakan bahwa bait Allah ketiga akan dibangun di Israel  Yang Pertama tekah dibangun Raja Salomo, anak raja Daud dan telah dihancurkan oleh Nebukadnezar saat ia menginvasi Israel pada tahun 586 SM. Bait Allah yang kedua dibangun oleh Zerubabbel antara tahun 520-516 SM. Bait Allah ini yang berdiri pada saat Yesus datang Ke dunia.

Markus 13:1-2

13:1Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!” 13:2Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kau lihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

38 tahun kemudian, Titus datang dengan tentara Romawinya dan membakar bait suci dan selama kebakaran ini, semua emas dan perak di bait suci ini meleleh dan menempel di dinding bait Allah. Continue reading

Kasih Karunia Allah Mendidik kita


Begaimana Caranya kasih karunia Allah Mendidik kita ?Dengan Cara meyakinkan kita bahwa segala Dosa kita sudah diampuni oleh karena Nama-Nya Aku Menulis kepada kamu. hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena  nama-Nya 1 Yohanes 2:21

> kita diampuni ketika percaya,bertobat dan menerima Dia sebegai TUHAN dan Juruselamat

           Tentang Dialah semua nabi bersaksi,bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya,ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya Kisah Para Rasul 10:43

        > Darah YESUS terus menerus menyucikan kita

            Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutan seorang dengan yang lain, dan darah YESUS, Nak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. 1 Yohanes 1:7

  1. Namun sekalipun dosanya yang dulu.sekarang yang akan datang sudah diampuni, tidak berarti, orang percaya bisa bebas untuk berbuat dosa atau sekali selamat tetap selamat. (Once Saved Always Saved)

MENGAPA   ????

Karena orang yang telah menerima keselamatan masih bisa dengan kehendak bebasnya-memilih untuk berbuat dosa lagi,bahkan sengaja berbuat dosa/Murtad .

  1. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya,yang pernah mengecap karunia sorgawi,dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi sedemikian,hingga mereka bertobat,sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umun.
  2. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar   sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat  Sebab jika kita sengaja berbuat dosa  sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak  Anak Allah yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh  kasih karunia? Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan. ” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya Negeri benar,  kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup. Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita  oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu,  karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya. Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Continue reading

Melakukan yang Terbaik


http://www.renungansanjeev.com
http://www.renungansanjeev.com

Meskipun ayat bacaan hari ini ditujukan untuk para budak, semua pekerja bisa mendapatkan manfaat dari pelajaran yang diberikan Paulus. Di zaman Romawi kuno, lebih dari separuh penduduk adalah hamba atau budak. Meskipun mereka ada yang menjadi dokter, guru atau gembala – mereka bisa saja tetap dimiliki oleh orang lain. Jadi nasihat ini juga berlaku untuk semua lapangan kerja.

Mungkin Anda membaca perkataan Paulus ini dan berpikir, Ini bukan untuk saya – saya punya pekerjaan/bos/pelanggan yang sulit dihadapi. Namun saya pastikan pada Anda bahwa rasul ini juga berbicara kepada semua orang percaya.

Pada masa itu, pelayan rumahtangga yang paling rendah bertugas mencuci kaki para tamu yang akan masuk rumah. Suatu pekerjaan hina yang bisa membuat orang menerima berbagai macam pelecehan. Namun kepada orang yang berada dalam posisi itu, dan kepada setiap kita, Paulus berkata, �Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia� (ayat 23).

Orang percaya melakukan yang terbaik dalam bekerja ketika mereka mengambil peran sebagai pelayan Tuhan. Meskipun kita hidup di masyarakat yang menghargai kemandirian, kita harus menjadi orang yang berbeda, yang melakukan tugas yang diberikan tanpa mengeluh. Satu-satunya saat kita boleh tidak taat adalah jika kita disuruh melanggar Firman Tuhan. Untuk itu kita bahkan boleh tidak setuju, tetapi dengan penuh kelemahlembutan dan pengendalian diri.

Alkitab berkata, jalan Tuhan bukanlah jalan manusia (Yesaya 55:8), dan kita memiliki Yesus sebagai teladan: Dia telah mengambil rupa seorang hamba bagi Bapa dan turun ke dunia sebagai manusia agar dapat mati bagi dosa-dosa kita (Filipi 2:5-7). Continue reading