Tubuh Yesus Kristus

imagesRasul Paulus berkata, “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat” (Efesus. 5:29).

Belajar mengenai tubuh Kristus mengandung banyak pengajaran penting bagi kita. Hal itu menceritakan kepada kita kasih Tuhan yang begitu besar atas umat-Nya, dan kasih ini sudah dipersiapkan di dalam Kristus sejak sebelum dunia dijadikan.

Diharapkan, dengan menelaah “apa”, “bagaimana“, “kapan”, “di mana”, dan “mengapa”-nya tubuh Kristus, terutama melalui tulisan Rasul Paulus, kita akan memperoleh pandangan yang lebih jelas mengenai pengajaran tentang tubuh Kristus.

APAKAH TUBUH KRISTUS ITU?

Jawaban mudahnya ialah, tentu saja, tubuh jasmani Kristus. Tapi pada tahap yang lebih mendalam, Efesus 1:22-23 memberitahu kita:

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Dengan kata lain, tubuh Kristus adalah gereja.

Alkitab berkata, tidak akan ada tubuh jika hanya ada satu anggota (1Korintus. 12:19). Tentu saja, bangunan yang kokoh membutuhkan dukungan dari tiang-tiang penopang individu (Galatia. 2:9). Namun, kita tidak akan menganggap suatu konstruksi yang hanya terdiri dari beberapa tiang penopang sebagai bangunan. Demikian juga, tubuh gereja membutuhkan setiap anggotanya supaya bisa dianggap sebagai konstruksi yang utuh.

Rasul Paulus berkata, “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus”(1Kor. 12:12).

Anggota yang Lemah Dibutuhkan

Kesaling tergantungan antar anggota tubuh memberitahu kita bahwa semua anggota tubuh penting adanya – anggota yang lemah sekalipun. Dalam dunia yang kejam seperti sekarang ini, kita mungkin berpikir lebih baik mengorbankan anggota yang lemah daripada membiarkan anggota yang lemah itu menjadi beban bagi seluruh tubuh.

Tetapi anggota tubuh yang lemah bukanlah seperti kanker yang bisa kita buang tanpa pikir panjang. Anggota-anggota yang nampaknya lemah sesungguhnya dibutuhkan demi berfungsinya suatu tubuh (1Korintus. 12:22).

Rasul Paulus menggambarkan kesalingtergantungan tubuh gereja ini melalui suatu ilustrasi yang tidak lazim mengenai anggota tubuh yang elok dan yang tidak elok (1Korintus. 12:23 dst).

Kita dapat menanyai diri kita sendiri: bukankah kita sering kali lebih terpaku pada bagian tubuh kita yang tidak elok daripada yang elok? Demikian juga dengan tubuh Kristus. Anggota-anggota yang lebih lemahlah yang harus kita kuatkan dan perhatikan agar tidak ada perpecahan di dalam gereja.

Dengan semangat ini, Rasul Paulus mendorong agar yang kuat “menanggung kelemahan orang yang tidak kuat” (Roma. 15:1). Contohnya, menyantap apa pun yang kita inginkan adalah hak kita, tetapi jika hak kita itu menyebabkan orang lain tersandung, kita harus belajar melepaskan hak kita dengan kasih. Memperhatikan artinya memupuk, bukan menghancurkan. Artinya membangun tubuh di dalam kasih, yang merupakan tujuan dari setiap anggotanya (Efesus. 4:16).

BAGAIMANA TUBUH KRISTUS DIBANGUN?

Pada malam Ia dikhianati, Yesus mengambil roti dan, sesudah mengucap syukur, Ia memecah-mecahkan roti itu dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1Kor. 11:23-24).

Jadi untuk membangun tubuh Kristus, Tuhan menyerahkan tubuh dan darah-Nya (Ibrani. 10:4-10). Kehidupan ada di dalam darah, dan dengan memberikan tubuh maupun darah-Nya bagi kita, Kristus menunjukkan kepenuhan kasih-Nya bagi umat tebusan-Nya.

Pemahaman yang mendalam tentang bagaimana Kristus membangun kita mengandung makna bahwa kita tidak lagi menganggap diri kita adalah milik kita sendiri, karena Yesus membeli kita dengan harga yang sangat mahal. Dalam Kisah Para Rasul 20:28, Paulus mendorong para penatua untuk “menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.” Kolose 1:14: “…di dalam Dia kita memiliki penebusan kita [melalui darah-Nya].” Juga, dalam 1 Korintus 6:15,19-20:

Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? …tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Ketika kita menyadari bahwa kita adalah milik-Nya, kita tidak akan lagi hidup secara jasmani. Sewaktu kita mulai hidup bagi-Nya, kita akan menemukan misi dan tujuan kita di dalam Tuhan: “Sebab [kita] telah mati dan hidup [kita] tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kolose. 3:3).

KAPAN TUBUH KRISTUS DIBANGUN?

Tuhan menghargai kasih umat-Nya sebagaimana seorang suami menghargai kasih istrinya pada masa mudanya (Yer. 2:2). Malahan, kasih-Nya bahkan melampaui jenis kasih seperti ini karena kasih Tuhan kekal adanya (Yeremia. 31:3).

Meskipun umat Tuhan berulangkali menderita karena ketidaksetiaan dan dosa mereka, Tuhan senantiasa berpegang pada janji pemulihan-Nya (Yeremia. 16:15-52, 60-63). Tuhan mungkin kelihatannya jauh dari mereka, tetapi maksud-Nya atas umat-Nya selalu berupa pemulihan dan penebusan. Inilah kasih Tuhan.

Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Tuhan semesta alam nama-Nya; Yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. (Yesaya. 54:5)

Jadi sewaktu kita menjawab pertanyaan, “Kapan tubuh Kristus dibangun?” kita harus menyadari bahwa kasih Tuhan melampaui ruang dan waktu; melampaui empat puluh bahkan lima puluh tahun yang mungkin dimiliki seorang suami untuk menghargai istrinya. Sejak sebelum dunia dijadikan, tubuh Tuhan telah dipersiapkan untuk menebus umat-Nya (Ibr. 10:5 dst). Penatua Petrus memahami hal ini ketika menulis:

Kamu telah ditebus… bukan dengan barang yang fana… melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus… Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. (1Petrus. 1:18-20)

DI MANAKAH TUBUH KRISTUS?

Kita tahu bahwa Kerajaan Allah bukan hanya ada di bumi – Kerajaan Allah ada di dua tingkatan: (1) di surga dan (2) di bumi. Yesus berkata bahwa sewaktu berdoa, hendaknya kita berkata:“Datanglah Kerajaan-Mu di bumi seperti di sorga” (Mat. 6:10).

Tetapi seandainya kita mencari tubuh jasmani Kristus di bumi, kita akan sekecewa Maria Magdalena di depan kubur yang kosong (Yohanes. 20:11-15), karena tubuh-Nya sudah naik ke surga (Kisah Para Rasul. 1:9-11). Tetapi karena gereja mengikuti pola Kristus, kita tahu di mana tubuh-Nya dengan cara memahami kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya.

Kristus diangkat ke surga bukan langsung setelah kebangkitan-Nya melainkan Ia masih tinggal di bumi selama empat puluh hari (Kis. 1:3; lihat Wahyu. 20:6,14). Jadi, setelah kematian dan kebangkitan Tuhan, gereja, sebagai tubuh Kristus, tetap ada di bumi.

Meskipun Kristus berada di tempat surgawi dan duduk di sebelah kanan Allah, kita, yang dibangkitkan bersama Kristus dan duduk bersama-Nya di tempat surgawi, tetap berada di sini (Efesus. 1:20; 2:5-6).

Dalam penglihatan Yohanes mengenai Yerusalem baru, Yerusalem yang baru turun dari surga tetapi berdiam di bumi, di tempat kemah Allah diam bersama manusia, dan bangsa-bangsa dari segala penjuru bumi masuk melalui gerbangnya (Wahyu. 21:2-3, 10, 26; Yeremia. 3:17).

Setelah kenaikan-Nya, Kristus memberikan karunia kepada manusia untuk membangun tubuh ini. Melalui tubuh ini, Dia ingin kita menggenapi maksud-Nya, dan bertumbuh menjadi manusia yang seutuhnya dan ke arah kepenuhan Kristus (Ef. 4:8-13, 15).

MENGAPA TUBUH KRISTUS ADA

Memahami “mengapa” tubuh Kristus ada adalah hal yang penting. Bicara praktisnya, hal itu membantu kita memahami pola dan jalan dari tujuan kita sekarang ini dan kemuliaan yang akan datang sebagai tubuh Kristus. Meskipun terdapat banyak aspek pada pertanyaan ini, kita akan menelaah tiga saja:

Untuk Menyempurnakan Diri Sendiri Jika kita cukup diberkati sehingga seluruh anggota tubuh kita berfungsi baik dan sempurna, pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya jika suatu hari kita kehilangan lengan atau kaki dalam suatu kecelakaan? Bagaimana kita akan hidup?

Merasa tidak utuh dalam hal kehidupan kita atau tujuan kita, dalam banyak cara, lebih buruk daripada menjadi tidak utuh secara jasmani. Tidak mengetahui arah pertumbuhan kita atau bagaimana cara berfungsi, lebih buruk daripada kehilangan satu anggota badan tapi tetap tahu bagaimana melanjutkan hidup. Kadangkala dalam kehidupan, kita tidak tahu bagaimana bisa bertahan – terutama dalam penderitaan.

Rasul Paulus mengajari kita: jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita (1Kor. 12:26). Ini adalah prinsip yang penting untuk dipahami sebelum kita dapat menjawab mengapa tubuh itu ada, karena ini berhubungan dengan intisari tubuh Kristus sebagai satu kesatuan dari para anggota. Jika kita tidak memahami kesalingtergantungan dalam suatu tubuh, kita tidak akan tahu bagaimana cara bertahan sebagai satu tubuh; kita tidak akan tahu bagaimana caranya hidup.

Seseorang tahu bahwa dia hidup karena mereka berubah dan bertumbuh dan menjadi dewasa, dan semoga ke arah yang lebih baik. Sangatlah wajar kalau seseorang ingin merasa dirinya utuh di penghujung hari-harinya.

Karena itu, sebagian jawaban atas pertanyaan mengapa gereja ada, ialah untuk belajar menjadi manusia yang seutuhnya. Yaitu, tubuh gereja harus memahami dirinya sendiri – kesalingtergantungan dan keselarasan para angggotanya, sasarannya, dan bagaimana tubuh dapat merasa utuh dalam kasih karunia Tuhan.

Untuk Menyempurnakan Segala Sesuatu di Dalam Kristus Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (1Kor. 15:21-22)

Rasul Paulus ditugaskan untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa, karena bangsa non-Yahudi tidak punya pengharapan dan tidak termasuk kerwargaan Israel (Efesus. 2:12; 3:8). Hal ini digenapi melalui darah Kristus dalam daging-Nya (Efesus. 2:13,15; lihat Ibr. 2:14).

Kini, tubuh Kristus ada sebagai bukti persekutuan dan penyelenggaraan rahasia Kristus, dan hal ini diungkapkan kepada rasul sehingga semuanya dapat menjadi sempurna di dalam Dia (Efesus. 3:9-11). Inilah yang disebut Rasul Paulus sebagai “semua turunan” yang di dalam surga dan di atas bumi (Efesus. 3:15, lihat 1:10). Inilah yang kita sebut tubuh Kristus, karena ia ada dalam dua tingkatan.

Maksud Tuhan atas gereja ialah untuk membuat segala sesuatu sempurna, membuat segala sesuatu utuh, dan menjadikan satu manusia baru dari dua manusia (Efesus. 2:15, 4:13). Paulus menyebut hal ini “maksud abadi” (Ef. 3:11). Tetapi bagaimana kita menggenapi kesatuan dari menjadikan satu manusia baru dari dua manusia ini?

Untuk Mernyatakan Kasih Tuhan atas Tubuh-Nya Kasih paling kuat yang ada di dunia ini adalah kasih antara suami dan istri (Efesus. 5:25 dst).

Tetapi, sewaktu Rasul Paulus bicara tentang kasih semacam ini, ia berbicara tentang misteri kasih antara Kristus dan gereja. Ia juga mengatakan kasih Tuhan melampaui segala pengetahuan, dan batasannya tak terukur (Efesus. 3:18-19).

Jawaban atas pertanyaan bagaimana kita menjadikan satu manusia baru dari dua manusia, bagaimana kita membuat apa yang tidak sempurna menjadi sempurna, dan bagaimana kita membuat tubuh Kristus utuh, terjawab dalam kata ini: kasih. Kasih Kristus menjadikan gereja utuh (Efesus. 4:15-16, 5:25).

Tadi kita bertanya: jika kita cukup diberkati dengan kesempurnaan, dan suatu hari kita kehilangan anggota tubuh kita, bagaimana kita akan bertahan hidup? Bagaimana kita akan melanjutkan hidup? Tanpa kasih, akan sulit. Kita mungkin putus asa terhadap hidup itu sendiri. Karena tanpa kasih, bagaimana seseorang dapat bertahan?

Tubuh tanpa kehidupan mati adanya. Ketika Kristus memberikan tubuh-Nya bagi kita, Dia juga memberikan darah-Nya – Dia memberi kita segalanya. Itulah arti mengasihi yang sesungguhnya, sebab sekalipun kita memberikan seluruh tubuh kita untuk dibakar, tetapi tidak memiliki kasih, itu tidak ada artinya karena kita tidak memberikan bagian terpenting diri kita (1Korintus. 13:3). Jadi, tanpa kasih kita tidak dapat menggenapi jawaban atas pertanyaan “mengapa” tubuh Kristus ada.

Hari ini, sebagai umat Tuhan, kita adalah tubuh Kristus. Sebagai tubuh-Nya, kita juga harus memiliki hidup-Nya, yang telah Kristus berikan bagi kita dengan memberikan darah-Nya. Inilah cara-Nya memberi kita segala milik-Nya. Jika Kristus begitu mengasihi kita sehingga Dia mengaruniakan segalanya kepada kita, patutkah kita tidak tahu bagaimana cara mengasihi tubuh-Nya?

Ketika Kristus naik ke surga, Dia memberikan karunia-karunia kepada manusia, dan kita menerimanya. Tetapi kita tidak boleh hanya memberi dari banyak karunia yang kita miliki, tetapi kita juga harus memberi dari kasih kita. Kiranya Tuhan mengaruniai kita kekuatan melalui Roh-Nya agar kita dapat menyempurnakan apa yang masih kurang dalam tubuh Kristus. Amin.

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Tubuh Yesus Kristus | Speculation/Renungan Sanjeev

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: