Pembenaran adalah “dipandang benar” di hadapan Tuhan

logo_aSetiap orang senang merasa diterima dan dikasihi. Dengan mengetahui bahwa orang lain mengasihi dan menerima kita merupakan hal yang penting bagi kesehatan dan kesejahteraan kita. Namun banyak orang Kristen sangat sadar akan kesalahan dan kelemahan mereka sehingga mereka tidak merasa bahwa Tuhan menerima mereka. Juga, fakta bahwa banyak yang tidak merasa diterima oleh keluarga mereka atau orang lain menambah keraguan mereka bahwa Tuhan dapat menerima mereka. Tujuan dari pelajaran singkat ini adalah untuk menunjukkan dari Alkitab bahwa setiap orang Kristen benar di hadapan Tuhan. Secara alkitabiah, pembenaran adalah ”dipandang benar” di hadapan Tuhan. Ketika seseorang ”benar”, maka dia ”tidak berdosa”, ”tanpa kesalahan”, atau ”tidak bersalah” di hadapan Tuhan. Orang yang benar adalah “dipandang benar” di hadapan Tuhan.

Satu kata, dua penggunaan yang berbeda.

Ada banyak kebingungan di antara orang-orang Kristen tentang pembenaran. Beberapa orang berkata bahwa kita dibenarkan karena perbuatan baik yang kita lakukan, dan yang lain berkata bahwa pembenaran kita diterima melalui iman yang terpisah dari perbuatan baik. Mengapa bingung? Satu alasan adalah kata ”benar” dipakai dalam dua cara berbeda dalam Perjanjian Baru. Orang-orang Kristen harus melihat dan memahami perbedaan antara dua pemakaian kata tersebut.

1. Ada saat di dalam Perjanjian Baru ketika kata “benar” menunjuk kepada tindakan yang benar atau “dibenarkan” seperti yang dipergunakan dalam Perjanjian Lama. Sebagai contoh:

2 Timotius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan … [kebenaran, misalnya mengupayakan perbuatan baik]

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran [misalnya, dalam melakukan perbuatan baik]

Titus 3:5 Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya.

Ketiga ayat ini, dan beberapa ayat lain, memakai “kebenaran” untuk mengartikan “melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan.” Kita harus melakukan yang terbaik untuk hidup dalam sikap yang benar di hadapan Tuhan karena ini memuliakan Tuhan dan Kristus. Akan tetapi, walaupun kita melakukan perbuatan kita yang terbaik, kita tetap kurang di hadapan kesempurnaan Tuhan, dan ini dapat membuat kita merasa tidak layak di hadapan Dia.

2. Cara kedua “kebenaran” yang dipakai dalam Perjanjian Baru adalah untuk menggambarkan posisi yang dimiliki orang-orang Kristen di hadapan Tuhan karena iman kita di dalam Yesus Kristus. Pembenaran ini adalah kenyataan rohani dan sama sekali terpisah dari perbuatan yang kita lakukan. Ini adalah penggunaan kedua dari ”kebenaran” yang merupakan fokus dari pelajaran ini.

“Pembenaran” adalah posisi yang dapat diterima sepenuhnya oleh Tuhan dan diakui oleh Tuhan. Setiap orang Kristen diterima oleh Tuhan ketika dosa yang menghalangi dia dengan Tuhan dihapus oleh darah Kristus. Jadi, “pembenaran” adalah kedudukan kita dalam pandangan Tuhan sebagai orang yang “dibenarkan” dan “diterima” tanpa mempedulikan dosa-dosa, kegagalan dan kekurangan kita. “Pembenaran melalui iman” ini tidak tersedia sebelum kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, dan oleh sebab itu tidak disinggung dalam Perjanjian Lama atau keempat Injil. Pertama kali hal ini diungkapkan adalah di dalam Surat-surat Jemaat, yang ditulis secara khusus kepada orang-orang Kristen.

Pemberian pembenaran

Tidak seorang pun yang “cukup baik” untuk memperoleh pembenaran di dalam pandangan Tuhan. Alkitab meneguhkan apa yang sudah diketahui oleh orang yang jujur: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan” (Roma 3:23). Karena kita sekalian berdosa, maka mustahil kita “dibenarkan” di hadapan Tuhan berdasarkan perbuatan kita sendiri. Hidup kita berlimpah dengan dosa, kelemahan, dan kegagalan di mana Alkitab berkata: ”Demikianlah kita sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor” (Yesaya. 64:6). Kita sangat sering berbuat dosa sehingga jauh dari keadaan dibenarkan di hadapan Tuhan melalui perbuatan kita sendiri, tetapi kita dapat dibenarkan di hadapan-Nya melalui iman kita dalam Yesus Kristus.

Tuhan tahu bahwa tidak seorang pun sanggup memperoleh keadaan yang benar di hadapan-Nya, jadi kasih karunia-Nya dan kemurahan Tuhan memberikan pembenaran kepada kita sebagai suatu hadiah. Kitab Roma mengatakan bahwa maut masuk melalui Adam, tetapi kita memiliki pemberian pembenaran Tuhan melalui Yesus Kristus.

Roma 5:17Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Puji Tuhan untuk anugerah kebenaran-Nya yang luar biasa! Puji Tuan Yesus Kristus yang mati untuk membayar dosa-dosa kita sehingga dosa-dosa itu tidak dibebankan kepada kita. Dosa-dosa kitalah yang membuat kita ”tidak benar” di hadapan Tuhan, tetapi Yesus Kristus membayar hukuman bagi dosa-dosa kita, membuat kita sebagai orang yang benar di hadapan Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: