Apa Artinya Karunia Kristus ???

ANUGERAH/KARUNIA  diberikan bukan atas dasar IMBAL-BALIK. Keselamatan kita atas karya Tuhan Yesus diatas kayu salib adalah Anugerah. Anugerah mempunyai arti dasar demikian : yang memberi tidak berkewajiban, yang menerima tidak mempunyai hak”. 

Slide161Konsep Imbal-Balik (Amal Ibadah) adalah “kita mendapatkan sesuatu karena melakukan sesuatu”. Konsep ini dianut oleh orang Yahudi dengan melaksanakan semua ketentuan hukum-hukum Taurat seperti layaknya seorang pegawai yang diupah bulanan karena melakukan pekerjaannya selama satu bulan, seorang salesman mendapat bonus karena mampu menjual sekian jumlah barang dagangan. Kalau kita berpikiran kalau saya mentaati aturan Alkitab, kalau saya melakukan amal-ibadah maka saya akan mendapat pahala, itu adalah konsep pemikiran imbal-balik! Dimana hal tersebut menunjukkan kita belum sadar akan arti penebusan itu.

Keselamatan dari Allah adalah sepenuhnya anugerah, bukan imbal-balik! 
Keselamatan dalam kepercayaan Kristiani itu pure Anugerah!

Perbuatan-baik tidak bisa ‘membeli keselamatan’, keselamatan hanya oleh ‘darah-Yesus’. Dan setiap orang yang percaya memperoleh ‘anugerah-keselamatan’ itu. Dan perbuatan baik SETELAH keselamatan itu harus. Seorang yang telah menerima benih ilahi yang telah menjadikannya anak-Allah, memiliki natur baik Allah. Seorang yang telah menerima Kristus akan mengikuti teladan Kristus dalam perbuatan baik. Itu yang menunjukkannya seseorang itu benar-benar bertobat, menerima Kristus senagai Juru Selamat. Karena keselamatan tanpa buah2 kebaikan itu adalah palsu. “Pohon dikenal dari buahnya”, demikian penegasan kita Tuhan Yesus Kristus. Kristus pokok Anggur kita, kita adalah ranting-rantingnya, buah yang berikan ‘harus’ sama seperti buah-buah yang diberikan Sang Pokok Anggur itu (Yohanes 15:1).

Seseorang yang sudah mempunyai pola-pikir Anugerah, tidak akan melakukan berbuatan baik ‘supaya menerima imbalan’. Karena pola Pikir Anugerah mementingkan kasih kepada Allah lebih-tinggi daripada memikirkan reward-nya. Namun, jika seseorang yang mengaku sudah menerima keselamatan tetapi masih melakukan perbuatan baik ‘supaya’, maka dia masih dalam konsep Perjanjian-Lama, atau konsep amal-ibadah, yaitu pola pikir lama, bukan konsep Anugerah atau Kasih Karunia.

Lukas 10:28 tidak dapat dikontradiksikan dengan pernyataan Paulus (misalnya di Efesus 2:8, atau Roma 3:21-26 Manusia dibenarkan karena iman), konteksnya berbeda. Anda tentu saja tidak akan dapat mengharapkan jawaban Yesus yang mirip dengan pernyataan bahwa hanya oleh iman saja manusia beroleh keselamatan seperti yang dikatakan Paulus disana.

Sebenarnya kalau kita jeli, setiap kali Yesus ditanya tentang “Syarat Kehidupan Kekal” oleh orang-orang Yahudi yang berkonsep Hukum Taurat (konsep amal ibadah) sebagai acuan pembenaran, Yesus selalu menjawab dengan “kemustahilan”. Yaitu hal-hal yang pasti gagal dilaksanakan si penanya. Yesus tahu kapasitas si penanya, karena Dia Allah yang Mahatahu!

Yakobus menyebut jelas ketika seorang itu gagal melaksanakan 1 hukum/ peraturan saja dari seluruh ketentuan Taurat yang jumlahnya 613, ia bersalah kepada seluruhnya :

Pengajaran Radikal dari Tuhan Yesus Kristus tidak terdapat selesai bagian Lukas 10:25-28, tetapi terus sampai ke ayat 37!. Perhatikan dengan seksama pada ayat 25 jelas tertulis pertanyaan ahli taurat itu dimaksudkan untuk menjebak Yesus. Namun Yesus tak dapat dijebak, karena Yesus menjawab dengan meminta jawab dari ahli Taurat itu sendiri. Bandingkan dengan pertanyaan orang lain yang juga berkonsep Taurat tentang syarat pencapaian kehidupan yang kekal pada Lukas 18:18-23. Yesus pun menjawab dengan konsep Taurat yang dianut si penanya, namun dengan menunjuk sesuatu yang “mustahil dilakukan” si penanya, lihat Lukas 18:22 (bandingkan Matius 19:21-22) orang kaya itu disuruh melakukan perbuatan yang radikal, dan orang kaya itu gagal melakukan apa yang disyaratkan Yesus baginya untuk mencapai kehidupan yang kekal.

Demikian pula pada Lukas 10:25-37, Yesus membenarkan jawaban ahli Taurat yang tertulis pada ayat 27. Memang Yesus tidak menjawab seperti pernyataan Paulus tentang “iman saja yang menyelamatkan/ yang dapat memberi hidup yang kekal” (Roma 3:21-4:25). Tetapi coba kaji sampai ke ayat 37. Ternyata Yesus telah menunjuk sesuatu yang “mustahil dilakukan” oleh si penanya. Yaitu bahwa si penanya gagal melaksanakan perintah utama pada bagian kedua yaitu : “mengasihi sesama seperti dirimu sendiri”.

Maka jelas sekali bahwa : Uraian Paulus dalam Efesus 2:8 atau Roma 3:21-4:25 tidak dapat dikontradiksikan dengan Lukas 10:25-28, disamping konteksnya berbeda, namun juga karena bidikan Yesus kristus terhadap apa yang dipertanyakan ahli Taurat tidak selesai pada ayat 28, melainkan terus sampai ke ayat 37. Sesuatu hal yang pasti gagal dilakukan oleh alhi Taurat yang bertanya dengan tujuan untuk menjebak!.

Kita perlu melihat ada bagian yang menyatakan bahwa : “Kehidupan kekal diperoleh dengan Iman/ percaya (saja)” dimana prinsip ini selaras dengan pernyataan-peryataan Paulus maupun para rasul yang lain. Hal ini jelas ditunjukkan Yesus Kristus ketika di kayu salib kepada seorang penjahat di sebelahNya yang percaya/ beriman kepadaNya, penjahat itu hanya minta diingat, namun Yesus memberikan sesuatu yang lebih dari yang dia minta yaitu Kehidupan Kekal!

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: