Supremasi Firman Tuhan dalam Hidup Orang Percaya

Penilitian Firman Tuhan Dalam Perjanjian Baru, hanya ada 2 bagian yang membicarakan mengenai kelahiran baru kita sebagai anak Tuhan yaitu di Yoh. 3 dan Kitab 1Ptr. 1:23. Dalam 1 Ptr. 1:23 Petrus mengatakan bahwa orang percaya dilahirkan dari benih yang tidak fana oleh Firman Allah. Petrus pernah mengatakan hal yang mirip di ayat 3 yaitu “…yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Kristus…”. Dalam 2 bagian ini apakah Alkitab bertentangan? Yohanes mengatakan bahwa kita dilahirbarukan oleh Roh Kudus, pada 1Ptr. 1:3 dikatakan Bapa yang melahirbarukan kita, sedangkan pada 1Ptr. 1:23 dikatakan bahwa Firman Allah yang membangkitkan kita. Apakah kebenaran ini bertentangan satu dengan lainnya?

Kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan dirinya sendiri. Jadi bagaimanakah kita harus melihat 3 bagian dari Perjanjian Baru ini yang sepertinya berkontradiksi? Kita harus mengerti bahwa kebenaran tidak mungkin bertentangan tetapi bisa bersifat multi perspektif. Artinya kebenaran bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Tuhan memberikan kepada kita tidak hanya 1 Injil tetapi 4, maksud Tuhan adalah supaya apa yang Yesus kerjakan bisa dilihat dari 4 sudut berbeda sehingga kita bisa melihat keutuhan dari Injil yang sebenarnya.

imagesKelahiran baru yang akan dialami oleh setiap orang percaya bisa dibagi menjadi 2 tahap penting yaitu tahap pertama di dalam bawah sadar kita (subconscious). Kita tidak pernah tahu kapan kita dilahirkan secara fisik jika kita tidak diberitahu oleh orang lain (orang tua), kita tidak sadar akan eksistensi hidup kita sampai kita berumur kurang lebih 2 tahun. Semua pengalaman itu ada di alam bawah sadar. Saat kita dilahirkan kembali, ini adalah karya Roh Kudus di dalam hidup kita yang dikatakan dalam Yoh. 3. Kita tidak tahu kapan Roh Kudus bekerja di dalam diri kita, membangkitkan hati kita dari kematian rohani. Meskipun kita tidak sadar, tetapi kita bisa merasakan perubahan di dalam hidup kita. Roh Kudus bekerja tanpa melalui Firman Tuhan. Roh Kudus membangkitkan kita dari kematian rohani, sehingga kita merasakan ada perubahan di dalam hidup kita misalnya, kita mulai ada kerinduan mengerti firman Tuhan, kita pergi ke gereja, kita ingin mengenal Tuhan. Natur manusia berdosa tidak ingin mencari kebenaran, Tuhan atau Yesus Kristus, jika kita bisa punya keinginan mencari Dia, maka itu adalah karya Roh Kudus yang bekerja secara tersembunyi di dalam hati kita.

Kemudian setelah Roh Kudus bekerja di dalam hati kita, mempersiapkan hati kita yang dari mati rohani menjadi hidup rohani, baru kelahiran kembali masuk ke dalam tahap kedua, yaitu kelahiran rohani yang terjadi di alam sadar kita. Setelah hati kita dirubah, dibuka dan dihidupkan kepada Tuhan, Tuhan memakai firman-Nya di dalam hidup kita dan kita bisa mengaminkan firman-Nya di dalam hati kita. Kita bisa menerima keberadaan firman Tuhan di dalam hati kita.

Ketiga bagian Perjanjian Baru mengenai kelahiran baru sebenarnya tidak bertentangan dan saling melengkapi karena bersifat multi perspektif. Petrus dalam bagian ini berbicara mengenai kelahiran baru di alam sadar manusia. Di mana Roh Kudus bekerja melalui firman Tuhan.

Kita seringkali rancu dalam 2 pengertian ini sehingga kita tidak bisa membedakan kelahiran baru yang terjadi di alam bawah sadar dan di alam sadar kita. Kelahiran baru di alam sadar kita yang kita sebut dengan kelahiran baru identik dengan pertobatan kita. Kita sadar kapan kita menerima dan membuka hati kepada Dia tetapi sebelum kita bisa mengenal Dia sebagai Juruselamat, Roh Kudus terlebih dahulu bekerja di hati kita secara diam-diam. Roh Kudus dan Firman Tuhan dalam prinsip teologi Reformed adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi realitanya banyak gereja karismatik dan hamba Tuhan secara tidak sadar merendahkan firman Tuhan karena mereka tidak belajar dengan baik dan mengklaim mereka mendengar suara Roh Kudus. Tetapi ekstrim sebaliknya menekankan penggalian firman Tuhan dan membuang Roh Kudus. Gereja liberal meneliti Alkitab dengan begitu mendetail tanpa merasa perlu bimbingan Roh Kudus, sehingga muncul tafsiran yang ngawur.

Ada 2 ekstrim yaitu karismatik yang menekankan Roh Kudus dan liberal yang menekankan firman tanpa Roh Kudus. Kedua ekstrim ini berbahaya. Kita percaya bahwa Roh Kudus bekerja dalam hidup orang percaya. Selain Roh Kudus menghidupkan kerohanian di bawah sadar hati kita tanpa firman, selebihnya Ia bekerja di alam sadar dengan firman Allah. Karena itu Petrus mengatakan bahwa kita dilahirbarukan dari benih yang tidak fana yaitu firman Allah.

Bagaimana sebenarnya firman Allah melahirbarukan kita? Petrus mengatakan bahwa firman yang melahirbarukan adalah firman yang berkuasa dan firman yang hidup. Sifat dari Alkitab memiliki banyak sifat dan natur di dalamnya, bukan hanya kedua sifat yang dinyatakan oleh Petrus di dalam bagian ini.

Petrus mengatakan bahwa firman itu berkuasa dan hidup, kedua atribut ini mempunyai kuasa untuk merubah hidup manusia. Hidup manusia bisa berubah bukan karena tradisi /kebudayaan, hukuman, aturan dari manusia, hukum taurat, tetapi yang merubah hidup kita adalah firman Tuhan yang berkuasa dan kekal.

Hidup berarti ada kuasa, kekal berarti tidak pernah berubah, dan firman inilah yang merubah hidup manusia sepanjang masa. Martin Luther berubah hidupnya bukan karena ia mengikuti tradisi dari gereja Katolik. Pada saat itu Martin Luther tidak mengerti firman Tuhan yang sesungguhnya. Hidupnya hanya menjadi kebiasaan, sampai ia membaca Roma 1:17. Agustinus dididik oleh ibu yang saleh, tetapi hidupnya tidak berubah sampai ia berjumpa dengan kebenaran dalam Rm.13:13. Barulah Agustinus dirubah oleh firman Tuhan.

Saat Petrus mengatakan bahwa kita dilahirbarukan oleh firman Tuhan, berarti Firman Tuhan menjadi bagian mutlak di dalam hidup orang percaya.

Pertama, firman Tuhan membawa kita ke dalam pertobatan kepada Kristus. Apakah yang mempertemukan kita untuk mengenal Kristus di dalam hidup kita? Tidak lain adalah firman Tuhan. Media apapun bisa Tuhan pakai tetapi esensinya satu yaitu ada pemberitaan firman di dalam pertobatan seseorang. Yang mempertobatkan seseorang adalah firman Tuhan, bukan mujizat. Mujizat tidak mempertobatkan orang, Tuhan Yesus melakukan mujizat tetapi tidak ada satu orang pun yang percaya kepada-Nya karena melihat mujizat. Yang mempertobatkan kita adalah firman yang sejati. Penginjilan mengabarkan tentang firman yang sejati dan hal ini tidak bisa dibuang dari gereja.

Sebelum kita bisa disebut anak-anak Allah, ada peristiwa kelahiran kembali. Sebelum peristiwa kelahiran kembali terjadi ada pemberitaan firman. Kita tidak mungkin disebut anak Allah jika kita tidak pernah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Roh Kudus membawa dan menuntun kita ke dalam pertobatan di dalam Kristus.

Kedua, Roh Kudus memakai firman Tuhan untuk melahirbarukan kita dengan merubah 3 aspek penting dalam kehidupan kita yaitu aspek knowing, aspek doing dan aspek being. Roh Kudus merubah aspek knowing yaitu apa yang kita pikirkan. Merubah aspek doing berarti merubah tingkah laku kita, apa yang kita lakukan. Merubah aspek being berarti merubah karakter kita.

Saat firman Tuhan melahirbarukan kita artinya mencakup seluruh totalitas hidup manusia. Firman Tuhan tidak mungkin merubah kita dalam salah satu aspek saja. Ketiga hal ini dalam hidup manusia adalah hal yang akan diubah oleh Roh Kudus dengan firman Tuhan.

Firman Tuhan harus menjadi sentralitas di dalam kehidupan kita, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bergereja. Petrus mengajarkan supremasi firman Tuhan di dalam hidup kita. Di dalam kehidupan pribadi, apakah arti Alkitab di dalam diri kita? Kebanyakan dari kita yang sudah lama bertobat meremehkan firman Tuhan. Hal ini sungguh ironis. Dulu Alkitab hanya ditulis dalam 1 bahasa saja kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa supaya orang awam membaca Alkitab di dalam bahasa mereka sendiri. Supaya mereka bisa mengerti dan merenungkan firman Tuhan dalam bahasa sehari-hari mereka. Tetapi berapa banyak dari kita yang masih merenungkan firman Tuhan?

Petrus mengatakan bahwa firman Tuhan itulah yang melahirbarukan kita, jika firman Tuhan tidak melahirbarukan kita, kita tidak akan mengenal Yesus dengan tepat. Seharusnya hidup orang percaya dengan firman adalah 2 hal yang tidak boleh dipisahkan. Firman Tuhan harus memimpin hidup, hati, keluarga, pekerjaan, studi dsb. Spirit ini sudah banyak hilang di dalam kehidupan orang percaya. Kita harus kembali kepada apa yang Tuhan inginkan, bahwa firman Tuhan harus menjadi bagian yang penting di dalam hidup kita. Kita hidup di dalam dunia yang berdosa, yang penuh dengan pengajaran yang membawa kita semakin hari, hidup semakin jauh dari hidup yang diinginkan Tuhan.

Firman Tuhan harus menjadi sentral di dalam hidup kita, firman Tuhan harus mengontrol, menguasai dan memimpin. Bagaimana firman bisa mengendalikan dan memimpin kita jika kita tidak pernah membaca firman Tuhan? Ini adalah sentralitas yang pertama yaitu firman harus menjadi yang utama di dalam hidup orang percaya. Kedua, firman Tuhan juga harus menjadi fokus dalam sebuah ibadah. Di dalam sejarah gereja ada 2 ekstrem yaitu dalam abad pertengahan (medieval, abad 13-14) yang menjadi fokus di dalam ibadah adalah sakramen dan penyembahan orang suci. Ekstrem kedua di abad 20, yang menjadi fokus dalam ibadah adalah puji-pujian, penyembahan dan kesaksian. Hidup gereja dalam abad ini hanya menjadi ekstasi rohani bagi jemaatnya. Gereja di zaman sekarang yang menekankan pemberitaan firman hanya sedikit, apalagi yang memberitakan penginjilan. Firman Tuhan tidak lagi menjadi sentral kehidupan bergereja. Inilah yang Petrus ingatkan kepada kita, bahwa firman Tuhan harus menjadi sentral dalam hidup kita dan firman Tuhan lebih penting daripada hidup. Hidup manusia tanpa firman Tuhan hidupnya seperti rumput dan bunga yang kering, hanya sebentar saja keindahannya kemudian hidupnya tidak ada harganya. Masihkah kita menjadikan firman Tuhan sebagai sentral hidup kita? Jika tidak pantaskah kita mengklaim diri kita sebagai anak Tuhan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: