Hanya Satu Yang Tidak Berubah

427199_473999595981726_2000805935_nDi dunia ini, semua berubah. Hanya satu yang tidak berubah, yakni Tuhan. Demikianlah kata-kata yang sering saya dengar.

Ada seorang Bapak gerejawi yang bernama Thomas Aquinas, yang hidup pada tahun 1225-1274, meyakini bahwa salah satu sifat yang dimiliki oleh Tuhan adalah immutabilis, yang berarti Tuhan tidak berubah. Sifat ini sangat erat kaitannya dengan sifat kemaha-tahuan Tuhan. Allah yang Mahatahu, pastilah tidak akan berubah, sebab berubah selalu mengandaikan ketidak-tahuan.

Yunus menyerukan berita penghukuman kepada Niniwe. Empat puluh hari lagi kota Niniwe akan ditunggang-balikkan oleh Allah. Yunus tampaknya sangat yakin, rencana Allah untuk menghukum kota Niniwe pasti tidak akan berubah. Tetapi ternyata Allah malah MENGUBAH rencana-Nya. Allah mengubah rencana-Nya ketika melihat raja dan rakyat Niniwe bertobat dari tingkah-laku yang jahat dan dari kekerasan hati mereka. Bahkan timbul penyesalan Allah atas rencana penghukuman Niniwe yang disampaikan sebelumnya.

Saya punya keyakinan bahwa Allah bisa berubah. Allah adalah sosok yang responsive terhadap dinamika umat-Nya. Di satu sisi, ini adalah anugerah bagi umat manusia, karena tidak ada kata terlambat untuk berbalik dari hidup yang lama, kembali ke dalam jalan Tuhan. Di sisi lain, kita bisa melihat Allah sesungguhnya lebih senang mencintai umat-Nya daripada menghukumnya. Allah bisa berubah, penduduk Niniwe bisa berubah.

Kesabaran Allah yang sesungguhnya memungkinkan Dia untuk berubah. Namun untuk setiap ketetapan-Nya, perintah-Nya, hukum-Nya, karakter-Nya, dan semua janji-Nya untuk kebaikan kita, Dia tidak akan pernah berubah seperti yang tertulis dalam Maleakhi 3:6 –“Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”

Keputusan Allah dapat berubah dalam hal kebaikan dan akan memberikan pengampunan kepada kita, hanya jika kita bertobat dan kembali ke jalan-Nya.

Orang Kristen yang mengaku bertobat ditandai bahwa hidupnya mengalami perubahan. Berubah di dalam tindakan, sikap, perkataan, bahkan perubahan di dalam “nasib”. Bertobat berasal dari kata Yunani “metanoia”, yaitu perubahan pikiran. Kalau ada orang Kristen yang mengaku bertobat tetapi hidupnya tidak berubah, maka ia tidaklah benar-benar bertobat, tetapi hanya”berobat”. Artinya, mereka ini sering ke gereja dan suka beribadah, tetapi hanya sebatas “suka” saja, tidak benar-benar mengalami perubahan. Memang Allah kita tidak berubah, namun Allah selalu membawa perubahan-perubahan.

Jikalau seorang isteri hendak memenangkan suaminya maka ia harus lebih dahulu mengalami perubahan di dalam tindakan dan perbuatan, karena perbuatan berbicara lebih keras daripada perkataan.

Salah satu tokoh perubahan adalah Yabes. Yabes ini memiliki arti “kesakitan, penderitaan, kemalangan”, tetapi walaupun namanya bersifat “negatif”, tetapi Yabes dapat mengubah keadaannya dari yang negatif sehingga dia dimuliakan.

Bagaimanakah caranya agar kita dapat mengalami perubahan adalah:

  1. Memiliki tujuan.

Apa yang membuat Yabes dapat berubah karena Yabes punya tujuan, yaitu agar dia “diberkati berlimpah”. Mengapa? Karena bagi orang Yahudi, keadaan Yabes ini dianggap sebagaisuatu kutukan. Tetapi Yabes dapat mengubah kutukan ini menjadi berkat. Tujuan yang kedua adalah agar “wilayahnya diperluas”, artinya Yabes menghendaki agar dia semakin sukses di dalam karir. Dan tujuan yang ketiga adalah agar “Tuhan menyertai dia dan melindungi dia dari segala malapetaka” Artinya yang membuat orang dapat berubah adalah kalau orang tersebut punya tujuan di dalam hidupnya.

Yang menghalangi orang untuk dapat berubah adalah karena kesombongan. Mengapa? Karena orang sombong merasa dirinya paling benar, sehingga dia merasa tidak perlu dikoreksi. Orang sombong akan sulit minta maaf, karena dia merasa dirinya benar.

  1. Strong determination (memiliki tekad yang kuat untuk berubah).

Faktor yang dapat membuat orang berubah adalah komitmen untuk mau berubah.

Sebaliknya yang dapat menghalangi orang berubah adalah kemapanan. Bandingkan kehidupan Musa.

Baca Keluaran 3;1-4, “Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian……”

Selama 40 tahun Musa hidup sebagai seorang pangeran Mesir. Dan, pada ayat diatas dia terpaksa harus menjadi gembala. Artinya Musa harus mengubah kebiasaannya dari seorang pangeran menjadi seorang gembala. Kalau Musa tidak mau berubah, maka dia akan mati sebagai gembala yang gagal dan tidak akan dapat menjadi pemimpin/nabi bagi bangsa Israel.

  1. Kalau kita datang kepada Tuhan (2 Korintus 3:18)

Untuk dapJesus Cross Salvationat berubah maka kita harus membuka “selubung”, membuang topeng. Artinya kita harus belajar jujur dengan diri kita sendiri. Kita harus sadar bahwa kita mempunyai kekurangan, kalau kita menyadari kekurangan kita makakita akan mau berubah.

Perubahan dalam bahasa Yunani adalah “metamorphose”, artinya perubahan seperti kepompong menjadi kupu-kupu; dan mungkin proses perubahan ini tidak nyaman bagi si kepompong, namun kalau dia sabar maka hasilnya adalah kupu-kupu yang indah. Kadang-kadang proses yang kita alami akan sakit rasanya, namun kalau kita mau dengan rendah hati dibentuk dan diasah Tuhan maka kita akan dapat berubah dengan indahnya, menjadi serupa seperti Yesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: