Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak

4-bright-colours1Anda sering kali dibuat jengkel dengan tingkah laku anak anda yang sulit untuk diatur apalagi jika anak cenderung lebih manja ketika bersama dengan anda. Jangan terburu menyalahkan anak anda, mungkin saja ada beberapa perilaku anda yang justru membuatnya seperti demikian. Bagi anda yang sering memenuhi segala keinginan anak nantinya akan berdampak buruk sehingga menjadikannya cenderung lebih manja dan memiliki sifat materialistik.

Pola pengasuhan seperti ini harus anda hindari agar membentuk pribadi anak yang mempunyai  kerja keras terlebih dahulu untuk mendapatakan  keinginannya. Selain itu kurang menerapkan disiplin bisa menjadi alasan anak anda mempunyai sikap yang kurang baik, disipilin tidak hanya dengan anjuran dan larangan tapi lebih ke aksi nyata yang anda terapkan di lingkungan keluarga.

Terlalu sering membantunya dalam segala kesusahan tidak akan memupuk rasa percaya dirinya, sehingga dia cenderung lebih manja karena merasa dibela oleh orang tua. Sikap-sikap tersebut dapat membuat anak anda terkesan nakal dan sulit untuk memberikan pengawasan. Sebelum anda menyimpulkan bahwa anak anda nakal, anda harus melihatnya dari dua sisi karena tidak selamanya anak nakal merupakan anak pembangkang yang tidak memiliki kemampuan.

Nakal memang memiliki dua arti yaitu kreatif, banyak akal sehingga anak anda yang diberikan anjuran seakan memiliki pendapatnya sendiri untuk menyelesaikan kegiatannnya. Nakal yang harus anda waspadai dalam mengawasi anak adalah nakal yang cenderung memiliki arti ke arah kriminal, kejahatan, kurang memiliki tata sopan.

Dalam ilmu psikologi anak nakal disebut gangguan tingkah laku (GTL) yaitu penyimpangan perilaku dalam bentuk yang merugikan orang lain. Nakal yang dilakukan oleh anak anda dapat karena pribadinya, berkelompok baik secara spontan atau terencana. Ciri khas nakal yang memiliki gangguan tingkah laku biasanya cenderung keras kepala, sulit ditaklukan, tidak patuh, dapat merencanakan kekerasan dan dia tidak menyesal dengan tingkahnya. Setiap anak membutuhkan pengawasaan orang tuanya, tidak menutup kemungkinan lingkungan dapat membuat anak anda menjadi nakal. Sebaiknya pengawasan anda dimasa tumbuh kembang anak dengan lingkungan harus selalu diperhatikan meskipun bukan berarti melarang atau membatasi interaksinya dengan sosial, alangkah baiknya mengawasi anak nakal dilakukan lebih ekstra ketimbang anak lainnya.

Berikut adalah cara untuk memberikan pengawasan anak nakal yang dapat anda lakukan :

  1. Memberikan contoh perilaku

Waktu anda tidak memungkinkan untuk menemani anak anda baik di rumah atau lingkungannya sehingga pengawasan yang tepat untuk anda adalah memberikan bekal kepribadian yang kuat sebelum anak anda berinteraksi dengan lingkungan. Tentu saja dilakukan semenjak  bayi untuk mendapatkan teladan yang terbaik dari orang tuanya. Berikan contoh perilaku yang baik di dalam beberapa buku cerita sebelum dia tidur berikan makna positif yang bisa dia ambil, biasakan untuk mendampinginya ketika menonton tv, pengaruh buruk bisa saja terjadi dari penggunaan teknologi yang kurang bijak. Ajak anak anda menonton dan mendengar perilaku yang positif.

  1. Pengawasan bukan berarti kekerasan

Ketika anak anda membangkang dengan nasihat anda, jangan terburu buru emosi karena dengan kekerasan justru memberikan contoh buruk dan membentuk pribadi anak yang tempramental. Bagi anda yang sering menyelesaikan masalah dengan kekerasan sebaiknya dihindari ini akan menjadikan kedekatan anda dan anak menjadi renggang hingga anak cenderung tertutup dengan masalahnya, anda akan kesulitan dalam mengawasinya.

  1. Pengawasan bukan berarti mengekang

Memberikan pengawasan bagi anak nakal bukan berarti memberikan kekangan.Memberikan tanggung jawab, kebebasan dan juga pengontrolan yang terarah. Terkadang anda justru memberikan pengawasan yang berleih sampai mengintainya disetiap aktivitasnya ini akan membentuk pribadi yang kurang percaya diri. Jika memang anak anda tergolong nakal menurut anda, ambil cara yang terbaik untuk mengelolanya agar dapat tumbuh dengan baik dan wajar.

SEPULUH PENYEBAB TERCETAKNYA ANAK NAKAL/DILUAR DARI ORANG TUA 

1.       Sejak bayi berikan segala yang ia inginkan,dg demkian ia akan percaya bahwa dunia berhutang budi padanya.

2.       Pada waktu ia mengucapkan kata2 yang tidak patut,tertawakanlah ia agar ia merasa lucu.

3.       Jangan pernah memberi pelajaran ruhaniah kepada anak.Tunggulah sampai ia berumur 21 th baru ia akan   memilih untuk dirinya sendiri.

4.       Jangan pernah mengatakan “salah” kepadanya.

5.       Biarkan saja ia berbohong.lakukaknlah segalanya bagi anak,agar ia berpengalaman melempar tanggung jawab kepada orang lain.

6.       Biarka ia membaca apa saja yang ia peroleh sendiri.Biarkan pikiranya berpesta pora di keranjang sampah.

7.       Sering-seringlah bertengkar didepan anak.

8.       Berilah uang  yang mereka butuhkan.jangan pernah membiarkan anak menabung untuk dirinya sndiri.

9.       Puaskanlah makanan,minuman,dan kesenanganya. Lihatlah, apakah segala keinginan nafsunya terpenuhi?

10.   Pada waktu ia sungguh-sungguh dalam kesulitan,maafkanlah diri anda sendiri dengan mengatakan, “Aku tak dapat berbuat apa-apa lagi.:”…

Marilah ini menjadi renungan bagi kita sebagai orang tua yang senantiasa berharap anaknya lebih baik di kemudian hari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: