Pacaran Zaman Sekarang

gambar-kata-kata-gokil-wanita-dibelakang-pria-250x250Melihat fenomena pacaran yang sering terjadi di sekitar kita, kadang membuat kita berpikiran itu adalah hal yang menyenangkan. Karena bisa berjalan berdua, menghabiskan waktu berpasa pacar, berpelukan dan sebagainya. Namun tidak semua pacaran itu membawa kenangan manis, bahkan ada yang membawa kehancuran bagi orang yang melakukannya. Berikut ini ada beberapa gaya pacaran jaman sekarang yang justru menimbulkan citra buruk dan berakibat tidak baik bahkan bagi masa depan mereka. Pacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Ada juga yang bilang bahwa pacaran adalah proses kita menjadi lebih dewasa dimana kita bisa berbagi pengalaman dan kasih sayang.

 

Seorang anak mulai mengenal pacaran ketika mereka mulai memasuki masa puber, dimana terjadi perubahan pola pikir dari anak-anak menuju dewasa yang disebabkan oleh perubahan hormon, yang disertai dengan berubahnya bentuk fisik si anak tersebut, biasanya terjadi ketika si anak mulai memasuki jenjang pendidikan ke SMP.

Pacaran jaman dulu identik sekali dengan surat-menyurat. Seseorang akan merasa sangat bahagia ketika mereka mendapat surat yang diantarkan oleh pak pos untuk dirinya dari pacar yang dikasihinya. Seorang lelaki biasanya akan main kerumah pacarnya untuk sekedar ngobrol berdua, atau mengajak pergi jalan-jalan mencari suasana romantis, dan dunia pun serasa milik mereka berdua.

Tapi seiring berjalannya waktu, dan akibat kemajuan teknologi yang semakin canggih, gaya pacaran semacam itu sudah jarang sekali kita temukan, semisal surat-munyurat dari seseorang ke pacarnya. Kemajuan teknologi memang berpengaruh besar terhadap perubahan jaman, termasuk perubahan gaya pacaran anak muda jaman sekarang.

Surat-menyurat yang dulu sangat pupuler, sekarang digantikan oleh perangkat handphone. Hanya dengan sms atau telepon, seseorang bisa langsung bertukar kabar dengan pacar yang berada dilokasi jauh sekalipun, atau hanya dengan chating lewat internet, seseorang bisa ngobrol tanpa batas walaupun hanya lewat tulisan.

Tapi perkembangan teknologi bagaikan pisau bermata dua, disatu sisi bermanfaat karena lebih memudahkan mereka dalam berhubungan, di sisi lain juga bisa berdampak buruk pada kita. Dengan teknologi yang sangat canggih itu, dunia serasa kecil. Bisa dibilang kita bisa menjelajahi dunia hanya dalam satu waktu, bisa mendapat informasi di dunia manapun tanpa ada batasnya, sehingga itu juga bisa mengubah kebiasaan manusia. Karena pengaruh budaya luar negeri yang terbilang bebas, kita seolah mengikuti budaya itu.

Gaya pacaran jaman sekarang juga sudah terbilang sangat bebas. Seolah-olah mereka mencontoh gaya pacaran orang luar yang tak mengenal etika. Ada beberapa pemahaman salah tentang pacaran anak muda jaman sekarang.

1. Gak punya pacar berarti gak laku.
2. Belum dinamakan pacaran kalau belum bernah berciuman “mesra”.
3. Seorang cewek tidak benar-benar cinta kalau gak mau diajak “ML” oleh cowoknya.

Pemahaman itu seakan sudah menjadi kiblat bagi anak muda jaman sekarang dalam berpacaran. Banyak sekali kita temui anak sekolah mojok sepulang sekolah atau anak muda yang pacaran di tempat umum sambil berciuman mesra, kadang si cowok sambil meraba-raba tubuh si cewek. Kadang di tempat umum mereka merasa risih atau tidak aman dan nyaman karena tempatnya yang terlalu terbuka. Ibarat “nggak ada rotan akar pun jadi”, nggak ada tempat aman buat bermesraan, diwarnet pun sekarang juga menjadi tempat aman bagi mereka untuk bermesraan. Bahkan nggak cuman berciuman, mereka juga berani melakukan lebih dari itu.

Sekarang banyak sekali perempuan hamil diluar nikah, dan itupun sudah dianggap biasa di Indonesia ini yang notabene adalah negara dengan budaya timurnya yang terkenal beretika dan ber-Ketuhanan.

Untuk menjauhkan kita dari gaya pacaran yang salah tadi, setidaknya kita mesti tahu batasan-batasan kita dalam berpacaran. Tidak hanya itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang pacar yang baik.

1. Lebih takut sama Tuhan dari pada manusia, jadi siapapun yang mau menjadi pacarmu akan menghormatimu dan tak mempermainkanmu.
2. Dorong pacarmu untuk lebih dekat dengan Tuhan.
3. Sayangi keluarga pacarmu seperti kamu menyayangi keluargamu sendiri.
4. Dukunglah apa yang dikerjakannya sepanjang bukan hal yang negatif.
5. Jangan berpikir berapa banyak yang bisa dia berikan padamu, tapi berpikirlah berapa banyak yang bisa kuberikan padanya.(Yang positif tentunya)

Ada 5 Gaya Pacaran Buruk Yang Menjadi Trend Anak Remaja 

1. Berduaan di tempat gelap

Sepasang sejoli menghabiskan waktu berdua di tempat yang kurang pencahayaan dan sepi. Hal itu memang menyenangkan karena serasa berdua di dunia ini. Hal inilah yang sering terjadi di sekitar kita. Jika melihat tujuan berpacarannya, biasanya pacaran yang normal adalah hanya duduk santai berdua di rumah mengabiskan waktu dengan ngobrol, minum teh dan orang tua bisa memantau kegiatan anak mereka.

2. Mengukir nama kekasih dengan benda tajam di anggota tubuh

Hal ini memang nyata terjadi, demi menggambarkan keabadian cinta mereka, si kekasih rela menyakiti tubuhnya dengan benda tajam agar nama kekasih bisa terukir selamanya. Bagaimana jika suatu saat hubungan tersebut kandas? Apakah hal ini juga berdampak pada penilaian social di sekitarnya. Bekas ukiran bahkan tidak bisa dihapus dengan apapun sampai meninggal.

3. Saling menempelkan telunjuk yang berdarah

Sepasang kekasih melukai telunjuk mereka sampai mengeluarkan darah, kemudian darah tersebut mereka satukan sebagai symbol penyatuan cinta mereka. Ritual ini kemudian diikuti dengan ikrar dan ciuman panjang. Hal ini memberi kesan romantic namun tidak bermutu jika hanya ingin membuat cinta mereka menyatu sampai selamanya. Penyatuan cinta itu dibuktikan dengan ikrar resmi sebuah pernikahan bukan dengan darah.

4. Berduaan di dalam kamar

Meskipun kencan di rumah, namun orang tua juga harus memperhatikan kegiatan mereka. Sebab banyak orang membawa kekasih mereka masuk ke dalam kamar dan berduaan. Jika tidak diawasi bisa-bisa mereka melakukan hal-hal negatif yang akan merugikan satu sama lain.

5. Menyerahkan keperawanan

Inilah yang sering ditakutkan orang tua jika anak perempuannya berpacaran dan sering kali tidak diawasi kegiatan mereka. Sebagai bukti cinta banyak perempuan menyerahkan keperawanan mereka sebelum menikah. Tidak hanya di kalangan atas saja, banyak kalangan bawah melakukan hal serupa. Seolah melakukan hubungan seksual sebelum menikah adalah hal biasa dan kumrah dalam berpacaran.

Oleh karena itu, sebelum pacaran kita harus berkomitmen dan berjanji pada diri sendiri bahwa pacaran itu bukan hanya untuk main-main atau mengikuti tren, tapi karena memang kita ingin mengenal pasangan lebih dalam lagi sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Setets Air Mata Di Hadapan Tuhan « Speculation/Renungan Sanjeev

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: