Mengapa Memaafkan Itu Penting

“Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat 18:18) Pernyataan Yesus ini dijadikan dasar bagi “hukum” Gereja Katolik dalam banyak hal, salah satunya mengenai“pengampunan dosa atau sekarang disebut “Sakramen Rekonsiliasi.” Dosa adalah suatu penyakit yang begitu berbahaya. Salah satu penyembuhannya adalah dengan menerima Sakramen Pengakuan Dosa.

Di dalam Sakramen Pengakuan Dosa kita bertemu dengan Dokter dari segala dokter, yaitu Yesus sendiri yang hadir di dalam diri imam/pastor. Untuk bertemu dengan Yesus di dalam Sakramen Pengampunan, diperlukan kerendahan hati dan penyesalan, sehingga Yesus sendiri akan memulihkan dan menyembuhkan hati kita. “Dosa” adalah satu-satunya penghalang karya keselamat Kristus.

Disini sebagai refleksi pribadi, mari kita aplikasikan pernyataan Yesus tersebut ke dalam relasi personal antara “aku dan sorga,” sehingga akan kita dapatkan kalimat yang berbunyi : “Apa yang aku simpan (ikat) di dunia akan aku bawa ke sorga (dalam hal ini keterkaitannya dengan “menyimpan kesalahan orang lain) …. ?”

images “Kalau kalian mengampuni orang yang bersalah kepadamu, Bapamu di surga pun akan mengampuni kesalahanmu. Tetapi kalau kalian tidak mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu di surga juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15)

Dalam hidup praktis, bagi Yesus pengampunan adalah sikap yang harus kita terapkan terhadap saudari-saudara kita, bahwa kita harus mengasihi mereka sungguh-sungguh. (bdk. Luk 10:27) Seperti kita, mereka dapat berpikir dan merasakan. Seperti kita, mereka adalah manusia dan bercacat. Seperti kita, mereka melakukan kesalahan. Kita semua adalah orang-orang berdosa yang tak berdaya di dunia di mata Yang Mahapemhasih dam penyayang.

Dalam banyak hal, kita dihalangi untuk mengampuni orang lain, terutama oleh kesombongan kita sendiri. Disinilah letak perbedaan “kerendahan hati didepan sesama” (estetika : sopan-santun) dan “kerendahan hati dihadapan Sang Pencipta” (logika: ketidakberdayaan). Saya, Anda dan semua orang boleh sombong, apalagi Anda memang hebat, kaya, pandai, bertitel dan berpangkat, dapat mengatasi semua persoalan …. itusembodo …. Tetapi ketika sampai kepada Dia yang telah mengaruniakan hidup dan kehidupan kepada segenap umat manusia, “apa yang dapat saya dan Anda perbuat ….?”

“Pengampunan” itu ibarat tanah yang di dalamnya “benih kasih dapat bertumbuh, berkembang dan berbuah …. Pikirkanlah orang-orang yang ada di dalam kehidupan Anda yang belum Anda ampuni, dan pikirkan mengapa Anda tidak mau melakukannya ….? Bagaimanakah mereka bersalah terhadap Anda? Apakah Anda melibatkan kesombongan? Anda tidak cukup hanya mengasihi orang-orang yang mengasihi Anda, mereka yang mendukung Anda untuk memperoleh pujian dan keberhasilan. Yesus memerintahkan supaya murid-murid-Nya, saya, Anda dan semua orang Kristen (pengikut Kristus) juga harus mengasihi orang-orang yang tidak mengasihi kita :

“Kalian telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Mat 5:43-45)

Saya, Anda dan semua orang Kristen adalah orang yang beroleh kasih karunia Allah. Oleh karena kasih-Nya, kita mendapatkan pengampunan atas segala dosa kita. Untuk itu, sudah selazimnya, layak dan pantas kita juga mau dengan sukacita mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita. Lebih-lebih, firman-Nya mengajarkan agar kita mengasihi orang-orang yang membenci kita, termasuk orang-orang yang tidak kita suka. (Luk 6:35)

Memang, hal itu tidak mudah, namun dengan melibatkan dan mengandalkan Roh Kudus : Roh Cintakasih, Roh Permersatu, niscaya kita dimampukan oleh-Nya untuk mengampuni orang lain. Disamping itu, untuk sedikit membantu memudahkan mengampuni orang lain yang bersalah adalah dengan memahami manfaat “pengampunan (memberi maaf) itu bagi diri kita sendiri.

Ketidakmampuan untuk memaafkan orang lain atas apa yang telah mereka lakukan pada diri kita adalah tindakan paling bodoh, karena akhirnya akan menghukum diri kita sendiri. Kebencian dapat menimbulkan banyak penyakit, sebaliknya, biarkan benci itu pergi dan lihat bagaimana mengampuni bermanfaat bagi kesehatann yang tak terhitung banyaknya.

Orang-orang yang terlihat cemas, takut, marah, dan bermusuhan kemungkinan kurang memaafkan orang lain setelah waktu yang lama berlalu. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memaafkan lebih bahagia dan sehat daripada mereka yang menyimpan kebencian. Orang yang tidak bisa memaafkan memang merasa lebih cemas, bermusuhan, takut, dan marah.

“Kasihilah musuhmu, dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Luk 6:27-28)

“Sesamaku” adalah orang-orang yang bersamanya kita tidak merasa nyaman tapi kita memilih untuk menciptakan suasana nyaman. “Sesamaku” adalah orang-orang yang telah menyakiti hati kita dan kita memilih untuk melepaskan pengampunan kepadanya “Sesamaku” adalah orang-orang yang menderita dan kita memilih untuk merangkul dan membantu mereka untuk pulih. “Sesamaku” adalah orang-orang yang belum mengenal Allah dan kita memilih untuk memberitakan kabar keselamatan itu kepadanya

Mengapa memaafkan itu penting ….? Kebencian kronis mempunyai efek melemahkan kemampuan, baik secara lahir maupun batin kita. Ini menimbulkan kemarahan, rasa bersalah, permusuhan, dan terluka dari waktu ke waktu yang dapat menjadi sumber macam-macam penyakit. Tindakan “memaafkan” atau “mengampuni” orang lain yang bersalah akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain :

  • meningkatkan respon imunitas
  •  menurunkan tekanan darah
  • meningkatkan tidur
  •  mengurangi kecemasan dan depresi
  • meningkatkan kepercayaan diri
  •  memberikan ketenangan pikiran, hati dan jiwa

Jadi mengapa tidak mencoba untuk menanamkan kebiasaan yang menawarkan manfaat kesehatan begitu banyak ….? Kita mungkin telah terluka oleh sesuatu yang dilakukan orang lain terhadap kita di masa lalu …. dan bisa terjadi kita tidak ingat alasannya …. Namun, kita ingat rasa sakit yang dialami sangat jelas dan membawa dendam ke mana pun kita pergi. Dendam mempengaruhi kualitas hubungan terhadap yang lain dan sikap kita terhadap kehidupan. Disinilah pentingnya “memaafkan” siapa dan apa yang telah terjadi.

Memaafkan memang tidak mudah, namun satu hal yang pasti, yaitu akan membawa kita pada jalan kebahagiaan. (bdk. Matius 6:14-15) Memaafkan tidak berarti melupakan apa yang terjadi. Ini hanya berarti kita tidak akan lagi menciptakan emosi yang sama yang kita rasakan, berulang terus-menerus dalam pikiran dan perasaan.

Belajarlah dari situasi itu dan lanjutkan hidup, tidak ada dan tidak pernah menanam dalam memori kita, kalimat seperti “Saya tidak akan pernah bisa berbicara dengan orang itu” atau “Saya tidak akan pernah melupakan apa yang ia lakukan kepada saya”, dll. Itu semua harus dihindari. Cari tahu satu titik positif dalam setiap situasi, dan coba mengingatnya.

Tuliskan ke bawah dan hancurkan | Tuliskan semua hal yang kita pikir telah melakukan kesalahan atau bagaimana orang lain telah bersalah pada kita. Menulis akan membantu menjelaskan dalam pikiran kita. Setelah lakukan itu, bacalah dan buang itu ke tempat sampah. Cara ini akan membantu kita dalam mendapakan masalah yang belum terselesaikan dari kepala kita.

Berhenti menilai diri sendiri | Miliki kekuatan dan keberanian untuk membiarkan diri menjadi mempan. Jadilah baik dan penuh kasih pada diri sendiri. Pilih untuk mengampuni diri sendiri dan kemudian bergerak maju serta melepaskan masa lalu.

Jika kita berpikir ada orang lain yang bersalah kepada kita, coba dekati orang itu, berbicaralah padanya dan minta maaf. Dengan cara ini, kita meredakan diri sendiri dari penyiksaan batin karena berpikir terus tentang hal ini.

Dapat dipastikan disini Anda sering mengalami, entah pulang dari perjalanan jauh yang melelahkan, entah setelah seharian bekerja ditempat yang panas dan berdebu, atau malah seharian banyak tidur, kemudian mandi keramas dengan air yang bening sejuk ….. Apa yang Anda alami dan rasakan ? Secara rohani lebih dari itu ketika kita mampu melepaskan (memaafkan) orang lain yang bersalah kepada kita, serta menerima pemulihan dengan menerima “Sakramen Pengakuan Dosa.

Hidup terus berjalan …. lebih baik menjaga kesehatan diri untuk itu, mari kita belajar memaafkan orang lain ….
untuk menolong diri kita sendiri.Kiranya Roh Allah yang tinggal di dalam setiap pribadi manusia semakin mengingatkan kita untuk hidup di dalam kasih secara nyata, didalam aneka dinamika kehidupan ini.Semoga Roh Kudus mendorong kita menjadi penyalur kasih Kristus bagi siapa saja kita temui kapan saja di mana pun kita berada. Dengan demikian niscaya akan semakin banyak orang memandang wajah Kristus. 
(Amin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: