Hidup Penuh Syukur

bersyukur2Hidup penuh syukur adalah hidup orang-orang beriman. Orang dengan hati penuh syukur menghargai sifat cuma-cuma dari segala sesuatu di dalam hidupnya. Tidak ada satu pun yang diterima begitu saja. Keberadaan saya dan Anda adalah merupakan sebuah hadiah atau pemberian. Saya tidak menciptakan diri saya sendiri dan menghasilkan diri saya sendiri. Segala sesuatu yang saya alami, saya miliki dan saya jumpai adalah pemberian dari Tuhan. Sesama diberikan kepada saya  sebagai rahmat, yang berjalan bersamaku, membantu dalam proses aktualisasi diri saya. Alam dan lingkungan di sekitarku adalah pemberian cuma-cuma dari Allah. Maka syukur merupakan sebuah sikap yang perlu dibangun dalam diri, yang dengannnya memampukan kita untuk melihat dunia dengan benar, dan melihat apa yang baik dalam dan bagi setiap orang.

Rasul Paulus menegaskan:  “Berdoalah dengan tidak jemu-jemu; bersyukurlah dalam segala situasi “ (1 Tes 5:17-18). Saudara-saudariku, saya harap Anda adalah salah seorang yang selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas semua yang Anda alami dan terima dalam hidup Anda. Untuk membangun hati yang penuh syukur, kita butuh bersyukur kepada Tuhan dalam situasi apapun, setiap saat setiap kali kita memiliki kesempatan dan sepanjang hidup kita. Lebih dari itu,doa-doa syukur kita haruslah selalu dipanjatkan kepada-NYA. Kita cenderung membuat daftar, paling tidak di dalam pikiran kita, tentang semua keluhan kita, tentang segala sesuatu yang kita butuhkan atau kita inginkan, serta tentang semua hal yang tidak kita miliki. Itulah sebabnya mengapa doa permohonan di mana kita meminta ini atau itu kepada Allah lebih popular dibanding doa syukur. Ada tempat bagi doa permohonan, tetapi kita juga butuh untuk meluangkan waktu untuk menghaturkan syukur atas pemberian-pemberian tiada akhir yang telah dilimpahkan bagi kita.

Dalam dunia modern yang mengutamakan rasio ini, kita jumpai macam-macam orang bila ditinjau dan sikap bersyukur, yaitu:

  1. Orang yang sama sekali menolak untuk bersyukur. ini ada pada orang-orang ateis. Mereka menganggap Allah tidak ada, maka kita sama sekali tidak bisa berbicara tentang syukur kepada mereka; kata syukur tidak ada dalam kamus mereka.
  2. Orang yang belum bisa bersyukur. Mereka adalah orang beragama yang tidak pernah atau belum merasa puas dengan hidupnya, bahkan menyesali hidupnya.
  3. Orang yang hanya bersyukur jika senang, tetapi memaki Tuhan bila susah.
  4. Orang yang penuh rasa syukur. Sebagai orang Kristen bagaimana sikap kita terhadap “bersyukur” ini, dan apa yang dikehendaki Allah dan kita dalam hal ini?

SIKAP YANG TIDAK BERSYUKUR ADALAH DOSA

Bersyukur kepada Allah berarti berterima kasih kepada Allah; mengucap syukur berarti mengucapkan terima kasih. Mengapa kita perlu berterima kasih kepada Tuhan? Banyak! Karena Tuhanlah yang menciptakan kita, yang memelihara kehidupan kita, yang mengangkat kita menjadi anak-Nya, dan yang memberikan kita hidup kekal di dalam Putra-Nya, Yesus Kristus. Singkatnya, kita perlu berterima kasth atas cinta Tuhan yang telah dicurahkan kepada kita. Dalam 1 Kor. 4:7, Paulus mengatakan: “Apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima?” Segala sesuatu kita terima karena kasih-Nya semata-mata, anugerah Allah, bukan karena kita sendiri yang mencapainya. Itu semua adalah penyelenggaraan Tuhan bagi hidup kita. Tidak pada tempatnya bila kita mempunyai sikap taken for granted (menganggap itu memang sudah semestinya), apalagi menuntut sebagai haknya. Jasa atau balasan apa yang dapat kita berikan atas karunia yang begitu besar ini. Di sini hubungan kita dengan Tuhan tidaklah sederajat seperti dalam transaksi dagang atau jual-beli, tetapi kita ada di pihak yang menerima dan Tuhan ada di pihak yang memberi. Maka sudah layak dan pantas bila kita bersyukur kepada Tuhan; tidak bersyukur berarti tidak tahu terima kasih. Sifat tidak tahu terima kasih mengabaikan atau menolak mengakui kasih Allah dengan rasa syukur dan menjawabnya dengan kasih balasan. Gereja Katolik dengan tegas mengajarkan bahwa ini adalah DOSA melawan kasih Allah

Dalam Rm. 1:18, Paulus menerangkan bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa: “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya.”Perhatikanlah kalimat “mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya..”Selanjutnya dikatakan: “Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya.” Manusia berdosa karena menolak untuk memuliakan dan bersyukur kepada Allah, karena dosa adalah penolakan dan penyangkalan Allah sebagai Allah, tidak mau mengakui Allah, tidak memberikan apa yang menjadi hak-Nya, atau melecehkan Allah. Bukan dalam arti tidak tahu bahwa Allah itu ada, tetapi bertindak seolah-olah Allah tidak ada. Maka syukur itu bukanlah hal yang remeh — kalau ingat saya bersyukur, kalau tidak ya sudah — tetapi serius; syukur menunjukkan bagaimana Sikap kita dihadapan Allah. Dalam Luk. 17:11-19 Yesus sendiri kecewa terhadap 9 orang kusta yang telah disembuhkan-Nya, karena mereka tidak ingat lagi untuk bersyukur dan memuliakan-Nya.

Orang yang tinggi hati menganggap bahwa apa yang mereka dapatkan itu adalah semata-mata hasil usaha mereka sendiri dan tidak mengakui bahwa seluruh hidupnya bergantung pada Tuhan, sehingga merasa tidak perlu bersyukur. Walaupun dalam banyak hal memang diperlukan kerja keras dan pihak manusia untuk mendapatkan hal tersebut, namun itu semua terbatas. Tanpa berkat Tuhan (bdk. Flp. 2:13) dibalik semua usahanya itu walaupun ada kemauan, kesempatan, dan kekuatan, jangan harap ia mendapatkannya. Ini adalah suatu pandangan yang buta, rabun rohani. Diperlukan baik rahmat Tuhan maupun usaha manusia untuk mendapatkan sesuatu. Akan tetapi kalau manusia membuka matanya, begitu banyak aspek hidup lainnya yang manusia tidak bisa usahakan dan seluruhnya bergantung kepada Tuhan, contoh: ia tidak bisa memilih dimana dan kapan ia dilahirkan dan pada keluarga apa, tidak bisa membuat dirinya sehat (tidak cacat) walaupun punya uang untuk membeli obat, tidak bisa mencapai kepastian akan keadaannya Setelah mati, dan banyak hal lain dimana ia tidak bisa menentukan hidupnya.

 

Doa :

Tuhan saya berdoa mengucap Syukur di malam hari ini atas berkat yang telah kau berikan dan Nikmat yang kami telah Terima,

Tuhan Saya berdoa Buat soudara-Soudari saya Yang saat ini sedang sakit Kau Jamah Mereka Tuhan dengan Tangan’mu, Biarlah Mereka Bisa sembuh Untuk memuliakan Nama’Mu, dan untuk melakukan Aktivitas Mereka sehari-Hari Untuk Melakukan Kewajiban Mereka 1per1,Walaupun saya Tidak Bisa Menyebutkan Nama mereka dan Penyakit mereka 1per1, tapi saya tau itu luar biasa Maha Tau, Keluarkan Penyakit ini Didalam Nama Tuhan Yesus, Berilah Kami kemenangan Dan Tuhan saya juga Berdoa Dalam Per-ekonomian Keluarga kami, agar Tuhan campur tangan dalam Persoalan-Persoalan Yang kami Hadapi saat ini, Tuhan saya berdoa Buat Kami khususnya saya Tuhan, menunggu Hasil Ujian Nasional kami biarlah nilai Yang terbaik kami dapat, dan untuk meneruskan ke-jenjang-Jenjang Berikutnya,

Tuhan saya berdoa Buat Mereka Yang baru Mengenal’Mu, Biarlah Mereka Tahu bahwa Engkau Luarbiasa Yang Lebih dari DOKTER lebih dari GURU Lebih dari Segalanya yang ada,

TUHAN saya berdoa buat Soudara-Soudari kami yang Belum Engkau berikan Jodoh, berikanlah Jodoh yang takut akan Engkau Dan mengasihi Isteri/Suami Mereka,

Saya berdoa Buat Soudara-Soudari kami yang belum mendapatkan Pekerjaan Biarlah Kau berikan Pekerjaan Yang Dari engkau Agar mereka dapat melakukan Kewajiban Mereka Sebagai Diri Mereka,

Tuhan berikanlah Berkat’mu Dihari ini dan Di hari yang akan datang, agar kami bisa menikmati Berkat itu,
Hanya Kepadamu Tuhan Yesus Sang Juru’Slamat, Didalam Nama Tuhan Yesus saya Berdo’a Dan mengucap Syukur,

”AMEN”

Akhirnya, saya bersyukur kepada Tuhan atas hari ini, saat ini, di mana saya bisa menyapa Anda dan menyaksikan kegembiraan Anda dan semua peristiwa yang membentuk hidup kita. Salam dan doaku serta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: