Hukuman Dan Pembalasan Dendam

pesawat-malaysia-ditembak2Hukuman mati di dalam Perjanjian Lama dijatuhkan sebagai pencegahan dan penggenapan hukum terhadap para pembunuh (Keluaran 21:12,14,18). Kebanyakan orang di jaman itu hidup di dalam suku-suku yang membutuhkan semacam jaminan untuk tetap bisa hidup. Ketakutan untuk terlibat di dalam perselisihan berdarah menjadi cara untuk melindungi pribadi-pribadi. Hukum “mati ganti mata, gigi ganti gigi” menentukan jenis hukuman yang proporsional dengan tingkat kerusakan yang terjadi. Tetapi hukuman akan menjadi berlipat ganda dalam kasus pembunuhan terhadap pemimpin dari sebuat suku. Lamekh menuntut 77 orang harus dibunuh kalau ada yang membunuhnya (Kejadian 4:23-24). Beberapa suku masih menerapkan hal ini dalam kasus pembunuhan terhadap salah satu pemimpin mereka.

Dalam budaya Semitis pembunuhan merupakan kejahatan yang tidak bisa diampuni dan tidak bisa diperdamaikan kecuali dengan menumpahkan darah seseorang. Pengampunan justru menjadi ketidakadilan. Orang akan mengambil keuntungan dari rasa bersalah orang lain. Kebencian terhadap musuh akan dipelihara dari generasi kepada generasi selanjutnya bahkan kalaupun seluruh bangsa terlibat di dalamnya. Pemikiran yang demikian sudah menjadi sesuatu yang mengherankan bagi orang-orang Kristen, baik di Timur maupun di Barat. Kita memiliki budaya yang berbeda karena Kristus sudah mencurahkan darah-Nya untuk menghapuskan semua kesalahan dari setiap pembunuh.


Pembunuh selalu ada dalam keadaan yang memprihatinkan karena ia dibebani oleh rasa bersalahnya. Roh dari mereka yang dibunuhnya akan menghantui pikiran atau mimpinya. Suatu malam seorang penembak jitu dari masa Perang Dunia II melihat tengkorak-tengkorak dari orang-orang yang dibunuhnya menggelundung ke arahnya dan mata mereka yang kosong menatapnya. Kalau seorang pembunuh kembali ke desanya yang Muslim, bahkan setelah generasi berganti, ia harus tetap siap untuk dibunuh oleh anak laki-laki orang yang sudah dibunuhnya. Pembunuhan tidak mengasilkan apapun. Tetapi tidak cukup untuk menakut-nakuti atau mengancam agar orang tidak membunuh sesamanya. Semua pikiran jahat harus dibuang dari dalam hati manusia dan digantikan dengan pikiran yang baru. Yesus memahami maksud hati manusia dan dan yang dimaksudkan-Nya adalah secara tidak langsung menghukum mati semua orang, ketika Ia mengatakan, “Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja” (Matius 19:17; Markus 10:18; Lukas 18:19). Tetapi pada saat yang sama Ia memikul dosa kita seperti seorang pembunuh dan meletakkan Roh-Nya yang manis di dalam hati kita, yang bisa memperbaharui hati kita dan membuang pikiran pembunuhan. Yesus memberikan kepada kita hati yang baru dan roh yang murni, dan menjadikan kita sebagai orang-orang percaya, yang bisa mentaati perintah-perintah-Nya dan mengasihi musuh-musuh kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: