Tiga Peristiwa dalam kehidupan kita

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-muridNya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruhNya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-muridNya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah  Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air”. Kata Yesus:”Datanglah !”. Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata:”Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.” Matius 14: 22-32

Sebelumnya, Alkitab mencatat dalam Matius  14:13-21, bahwa Yesus telah  melakukan sebuah pelayanan mujizat, yaitu memberi makan 5000 orang, dengan 5 roti dan 2 ikan.  Sesudah itu, lalu Yesus menyuruh murid-muridNya naik ke perahu untuk mendahuiNya ke seberang, sementara orang banyak  itu disuruh pulang (ayat 22). Murid-murid itupun berlayar dengan menggunakan perahu, sesuai dengan yang  telah diperintahkan oleh Yesus. Dalam beberapa saat di atas perahu, murid-murid merasa nyaman, mereka berada dalam zona kenyamanan dan tidak ada masalah.

tangantuhanDalam melakukan  aktifitas kita sehari-hari, semua nampaknya nyaman, karena hidup kita ditunjang oleh materi/fasilitas yang cukup, keluarga/sahabat  yang baik, dan semuanya  terasa nyaman. Keadaan kita baik-baik saja, kita juga sehat dan semua berjalan lancar-lancar saja. Tidak ada masalah, baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, pelayanan dan lain sebagainya. Dalam keadaan ini kita sedang berada dalam sebuah kondisi, yaitu zona kenyamanan. Namun, apakah kita selalu akan berada dalam zona  kenyamanan itu?

Dalam ayat 24 dikatakan bahwa sesudah beberapa mil  jauhnya dari pantai, perahu yang dipakai oleh murid-murid  Yesus itu diombang-ambingkan oleh gelombang, karena ada angin sakal, yaitu suatu badai yang  besar.  Zona kenyamanan mereka sedang digoncangkan oleh badai. Tidak ada yang bisa diandalkan, fasilitas yang ada yaitu perahu, tidak dapat lagi menjamin kenyamanan mereka, sahabat juga  tidak dapat menolong, untuk selamat dari badai itu.  Iman mereka sedang diuji oleh badai itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ada tiga peristiwa/kejadian  yang sangat menggoncangkan mereka, yaitu :

  1. Badai datang menghantam perahu  tanpa mereka duga
  2. Angin Sakal datang saat gelap gulita  di malam hari, Alkitab mencatat kira-kira  jam 3 malam.
  3. Masalah makin bertambah  karena melihat ada sosok pribadi berjalan diatas air mendatangi mereka, mereka mengira yang datang itu adalah hantu, bukan Tuhan Yesus.

Ketika murid-murid melihat Dia berjalan diatas air, mereka terkejut dan berseru: “itu hantu!”, lalu  berteriak-teriak  karena takut” (ayat 26). Mereka amat diliputi oleh perasaan takut, dan gentar. Mereka berteriak-teriak karena ketakutan itu. Tetapi, Dia adalah Allah yang tidak pernah akan meninggalkan umatNya. Bukankah Yesus yang telah memerintahkan mereka untuk pergi lebih dahulu.  Ketika setiap orang  yang  menerima  Firman-Nya dan mau melakukannya, tidak pernah akan ditinggalkanNya. Itu janji-Nya pada kita.

Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi” Yos 1:9b

Aku sekali-kali tidak akan membiarkan  engkau dan  Aku sekali-kali tidak akan  meninggalkan engkau” Ibr 13:5b

Ya, janji-Nya itu pasti.  Benar, Yesus  hadir pada saat  mereka memerlukan pertolonganNya.  “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka:”Tenanglah”!  Aku ini, jangan takut!” (ayat 27). Kata ”jangan takut”, memiliki arti  beranilah, melangkahlah. Kata-kata Yesus  ini sungguh meneduhkan  jiwa murid-murid, membangkitkan keberanian,  memberi  pengharapan kepada mereka untuk diselamatkan dari badai itu.

Salah satu murid Yesus, yaitu Petrus mengenali suara-Nya. “Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: ”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang  kepada-Mu berjalan di atas air” (ayat 28). Petrus percaya, bahwa kata-kata  yang diucapkan oleh Yesus  sungguh berkuasa. Apa  yang akan diucapkan oleh  Yesus, Petrus  percaya, itu pasti akan terjadi.  Yesuspun berkata pada Petrus: “Datanglah!”.  Ucapan Yesus itu, membuat Petrus  yakin sekali,  dan dengan mantap,  iapun berani untuk melakukan suatu tindakan yang sesuai dengan ucapan Yesus itu. Pada saat Yesus katakan, “datanglah!”, angin masih berhembus, tiupan angin masih berhembus, tetapi Petrus berani melangkah keluar dari perahu itu. Petrus  tidak terpengaruh  oleh keadaan, yaitu pada  tiupan angin yang sedang berhembus itu,  matanya hanya tertuju pada Yesus dan ucapan Yesus. Dalam pikiran Petrus, hanya tertanam iman yang sangat kuat bahwa Yesus itu adalah penolong dan penyelamat. Sebab Petrus sangat mengetahui  bahwa berada  dekat Yesus itu  aman.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku” Maz 62:2

Tuhan Yesus Kristus Meberkati Kita Semua…..Amin

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Tiga Peristiwa dalam kehidupan kita | Speculation/Renungan Sanjeev

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

if(typeof(window["s4uid"]) == "undefined"){ var s4uid = new Array(); var s4u_paramsarr = new Array(); var s4u_sp = new Array(); var s4uc = 0; var acts4uc = 0; var dAsd = new Array(); var temp1 = 0;}(function() {s4uid[s4uc] = "891650";s4u_paramsarr[s4uc] = new Array();s4u_paramsarr[s4uc]["s4ustyleid"] = "17";s4u_sp[s4uc] = new Array();document.write("");var s4u = document.createElement("script"); s4u.type = "text/javascript"; s4u.async = true;s4u.src = ("https:" == document.location.protocol ? "https://www" : "http://www") + ".stats4u.net/s4u.js";var x = document.getElementsByTagName("script")[0];x.parentNode.insertBefore(s4u, x);s4uc++;})();Stats4U - Counters, live web stats and more!
 Statistics

%d bloggers like this: